Penjagaan Ketat di Perbatasan Tapteng, Kendaraan yang Tidak Punya Dokumen Perjalanan Harus Putar Balik

  • Bagikan

Kantong Berita, TAPTENG-Petugas pos pemantauan pengendalian transportasi di 4 titik perbatasan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), sejak Kamis (6/5) telah menerapkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H.

Mobil bus dan sepeda motor yang tidak memiliki dokumen perjalanan, tidak boleh masuk Tapteng, harus putar balik dan kembali ke daerah asal.

Tidak hanya itu, bus penumpang AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dan mini bus AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi) juga dikenakan aturan yang sama.

Kewajiban putar balik ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 13 Tahun 2021, yang melarang penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi penumpang untuk semua moda transportasi dari tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Pantauan di pos perbatasan Tapteng-Tapsel, di depan Mapolsek Sibabangun, 4 hari sejak penerapan Permenhub, ratusan kendaraan bermotor yang terdiri dari mobil bus, mobil penumpang dan sepeda motor, terpaksa putar balik dan kembali ke daerah asal.

Baca Juga :   Berikut Cara Dapat Token Gratis PLN Prabayar Dan Pascabayar

Beberapa sopir bus AKDP jurusan Sidempuan-Sibolga yang tidak bisa melintas terlihat pasrah.

“Ada pengecualian, angkutan logistik, pasien yang akan melahirkan, menjenguk kerabatnya yang sakit atau meninggal masih diperbolehkan,” sebut salah seorang petugas pos perbatasan Tapteng-Tapsel, Minggu (9/5).

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 13 Tahun 2021 tentang larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi penumpang untuk semua moda transportasi yaitu moda darat, laut, udara dan perkeretaapian, dimulai dari tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Pelarangan tersebut diperkuat dengan keluarnya Surat Edaran Bupati Tapanuli Tengah Nomor 550/1650/2021 Tentang Larangan Penggunaan Atau Pengoperasian Sarana Transportasi.

“Disamping larangan mudik, larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi penumpang untuk semua moda transportasi jauh-jauh hari telah diberitahukan. Oleh karena itu, bus AKAP maupun AKDP yang keluar dan masuk Tapteng akan kita suruh putar balik,” tegasnya.

Untuk diketahui, Permenhub Nomor 13 Tahun 2021 berisi tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Kepala Satuan Tugas penanganan Covid-19 juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Idul Fitri 1442 H.

Baca Juga :   Kijang Kapsul Tabrak Pohon Kelapa di Tapteng, 2 Orang Meninggal Dunia

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 550/1650/2021 Tentang Larangan Penggunaan Atau Pengoperasian Sarana Transportasi. Ketentuan yang diatur dari pengendalian transportasi yaitu meliputi hal-hal yang dilarang, pengecualian-pengecualian, pengawasan dan sanksi serta diatur juga ketentuan mengenai pengendalian transportasi di wilayah aglomerasi.

Angkutan yang dilarang pada masa pemberlakuan aturan yakni kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan, serta kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan.

Pengecualian diberlakukan bagi masyarakat dengan kepentingan tertentu seperti bekerja atau perjalanan dinas untuk ASN, Pegawai BUMN, Pegawai BUMD, Polri, TNI, pegawai swasta yang dilengkapi dengan surat tugas dengan tanda tangan basah dan cap basah dari pimpinannya, kunjungan keluarga yang sakit, kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal dunia, ibu hamil dengan satu orang pendamping, kepentingan melahirkan maksimal dua orang pendamping, dan pelayanan kesehatan yang darurat. (ril/red)

  • Bagikan