Ikan Keramba di Sibolga Mati Massal; Kelompok Nelayan Menduga Karena Limbah

  • Bagikan
Foto : Kelompok Nelayan Lestari Bahari.

Kantong Berita, SIBOLGA-Ikan keramba yang mati massal di Kota Sibolga masih menjadi bahan perbincangan diantara kelompok Nelayan.

Pasalnya, Nelayan belum sepenuhnya yakin dengan penjelasan yang disampaikan pihak Dinas PKPLH yang menyebut kematian ikan keramba tersebut karena Alga atau tumbuhan laut yang memblooming.

Oleh karena itu, Kelompok Nelayan keramba Sibolga Ilir meminta kepada Pemerintah Daerah untuk mengusut tuntas penyebab perubahan warna air laut tersebut.

“Kami gak yakin, kalau penyebabnya getah eceng gondok atau tumbuhan laut lainnya. Karena, baru kali ini ikan kami mati massal. Jadi, kami berharap kepada pemerintah untuk mengusut kejadian ini sampai tuntas,” kata Ricky Nelson Situmeang, Ketua Kelompok Nelayan Lestari Bahari diamini sejumlah Nelayan Keramba lainnya sembari menunjukkan sample air yang mereka taruh kedalam botol plastik, Kamis (20/5).

Kelompok Nelayan sekitar mencurigai penyebab kematian ikan keramba tersebut karena limbah. Namun, mereka belum bisa memastikan dari mana asal limbah tersebut.

Baca Juga :   Ditengah Pandemi Covid-19, Usaha Ikan Rebus di Sibolga Mulai Bergairah

Karena menurut Ricky, zat yang mereka duga limbah tersebut sifatnya mengalir. Air tersebut datang disaat-saat tertentu dan membunuh ikan disetiap aliran air yang dilalui.

“Jadi gak semua air laut berubah warna. Sifatnya mengalir, ikan apa saja yang kena, tidak ada ampun, pasti mati. Awalnya, hoyong dulu, baru mati. Kalau menurut kami, ini limbah. Tapi kita gak bisa menuduh limbah darimana,” terangnya.

Atas kejadian tersebut, kelompok Nelayan Keramba mengalami kerugian yang sangat besar.

“Disini banyak kelompok Nelayan Keramba. Bayangkan saja, ikan kelompok kami saja yang mati sekitar 700 kilogram, itu baru ikan kami, belum lagi kelompok lain. Jenisnya gabu, kerapu dan ikan karang jenis lainnya,” ketusnya.

Kini masih kata Ricky, keramba mereka telah kosong. Mereka bingung mau mengisi keramba mereka dengan ikan baru. Karena saat ini, mereka sudah kehabisan modal.

Baca Juga :   Laut Sibolga Berminyak dan Kecoklatan, Ikan Keramba Masyarakat Bermatian

Harapannya, pemerintah dapat membantu para Nelayan Keramba dengan memberi bibit ikan sebagai modal awal bagi mereka untuk memulai kembali usaha tersebut.

“Darimana lagi uang kami mau mengganti ikan yang baru. Memang sudah ada sekitar 5 tahun tidak pernah ada bantuan pemerintah kepada kami. Kalau bisa, inilah awal pemerintah menyalurkan lagi bantuan buat kami,” kata Ricky.

Karena pihak dinas PKPLH belum mengedukasi masyarakat tentang bahaya zat pada air laut tersebut terhadap manusia, Kelompok Nelayan dan masyarakat Sibolga Ilir melarang siapapun untuk mandi laut.

Tak hanya itu, ikan yang matipun tidak mereka jual, melainkan dimusnahkan.

“Untuk sementara, kita larang orang mandi laut disini. Atau menggunakan air lain untuk keperluan lain. Kita gak tahu, apa dampaknya. Ikan yang matipun, gak berani kita jual,” pungkas Ricky diamini Nelayan lainnya. (red)

  • Bagikan