banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Sidang BPSK Sibolga, PLN Hadirkan Petugas P2TL; Sudah tahu salah, melawan pula

  • Bagikan
Foto : Yennimar Simatupang (44) pelanggan PLN yang protes disebut mencuri arus di kantor BPSK Sibolga.

Kantong Berita, SIBOLGA-Sidang sengketa konsumen, antara Yennimar Simatupang (44) dengan PT. PLN cabang Sibolga akhirnya digelar, Kamis (15/7).

Sidang sempat di skors selama 30 menit, karena dokumen yang diminta Majelis pada sidang pertama baru diberikan pihak PLN sesaat sebelum sidang dimulai.

Sementara, Majelis meminta dokumen tersebut diserahkan sehari sebelum sidang digelar. Untuk dipelajari terlebih dahulu.

“Karena berkas baru kami terima hari ini, maka sidang kami skors selama 30 menit,” kata Ketua Majelis sidang Irfan Hulu.

Setelah sidang dilanjutkan, arbiter konsumen, Lau Rimba Sinaga diawal sidang dibuka dengan mempertanyakan legalitas 2 dari 3 petugas P2TL yang dihadirkan saat itu.

Kemudian, anggota Majelis, Kartika Syahputra meminta anak ke 3 Yennimar, Prayoga yang dihadirkan sebagai saksi untuk menceritakan awal mula kehadiran petugas P2TL di rumah mereka.

Baca Juga :   Kolonel Inf Febriel Buyung Sikumbang Jabat Danrem 023/KS

Terungkap dalam sidang tersebut, petugas P2TL saat itu berjumlah 3 orang. Mereka hanya meminta izin kepada siswa kelas XI SMA tersebut untuk memeriksa meteran listrik.

“Mereka datang bertiga, minta izin mau memeriksa meteran,” kata Prayoga dihadapan Majelis sidang.

Setelah itu, menurut pengakuannya, dia langsung masuk ke rumah dan tidak menyaksikan petugas P2TL membongkar meteran.

Usai meteran dibongkar, ibunya, Yennimar baru tiba di rumah.

“Aku langsung masuk ke rumah. Ku telepon mamak. Mamak datang, meteran sudah dibongkar,” ungkapnya.

Senada juga dikatakan Yennimar dalam pengakuannya. Dia mengaku tiba di rumah setelah petugas P2TL membongkar meteran.

Baca Juga :   BREAKING NEWS-Ada Mayat Wanita Mengapung di Pelabuhan Lama Sibolga

“Kebetulan kantin lagi sepi, jadi agak cepat pulang hari itu. Kulihat meteran sudah dibongkar. Saya gak menyaksikan dan saya gak tahu siapa dari mereka bertiga yang membongkar,” ketus Yennimar.

Tak hanya itu, janda beranak 3 tersebut pun mengaku sedih mendapat perlakuan kasar dari salah seorang petugas P2TL saat pembongkaran meteran.

Menurutnya, salah seorang petugas yang tidak dihadirkan pada sidang tersebut, yang diketahui merupakan pegawai PLN berulang kali membentaknya. Dan kata-kata bernada tinggi dari petugas tersebut sangat menyakiti perasaannya sebagai pelanggan perusahaan Negara.

“Sudah tahu salah, melawan pula,” ungkap Yennimar menirukan perkataan petugas P2TL tersebut padanya saat itu. (rif)

  • Bagikan