Bocah 5 Tahun di Pandan Diduga Dicabuli Teman Ayahnya

  • Bagikan
Foto : ENS dan korban saat membuat laporan di Polres Tapteng.

Kantong Berita, TAPTENG-Seorang bocah yang masih berusia 5 tahun 6 bulan di Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah diduga dicabuli oleh teman ayahnya sendiri.

Tak terima dengan perlakuan pelaku, ENS (30) ibu kandung korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tapteng. Sesuai dengan laporan polisi nomor, LP/B/192/VII/2021/SPKT/RES TAPTENG/POLDASU, tanggal 26 Juli 2021.

Dalam keterangannya, ENS menyebut kejadian, Minggu (25/7) sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu, terduga pelaku datang ke rumah, mencari ayah korban.

Saat itu, ayah korban tidak berada di rumah. Terduga pelaku yang kesehariannya berprofesi sebagai penarik becak tersebut bukannya pergi, dia malah memarkirkan becaknya, bermaksud menunggu ayah korban pulang.

Baca Juga :   Ditagih Uang Sewa, Pria Ini Pukulkan Gelas ke Kepala Induk Semangnya

Tanpa menaruh curiga, ibu korban kembali masuk ke rumah dan melanjutkan aktivitasnya menyuci pakaian di kamar mandi.

Tiba-tiba, ENS mendengar anaknya menjerit seperti kesakitan. Sontak ENS beranjak dan langsung keluar dari kamar mandi. Dia melihat anaknya sudah nangis.

Melihat terduga pelaku berada dekat putrinya, ENS pun marah dan membentaknya.

“Kau apakan anakku ini sampai berdarah kemaluannya,” kata ENS kepada terduga pelaku.

Baca Juga :   Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Mela; Begini Cara Pelaku Membunuh O'ozisohki Lahagu

Melihat ekspresi Ibu korban, pelaku langsung melarikan diri, membawa becaknya dan tancap gas.

ENS berharap Polres Tapteng segera menindaklanjuti kasus yang membuat putriya mengalami trauma.

“Kami meminta dan berharap kepada pihak Kepolisian Polres Tapteng menangkap pelaku dan dihukum seadil-adilnya,” ujar pelapor.

Terpisah, Kapolres Tapteng AKBP Jimmy yang dikonfirmasi melalui Kasi Humas AKP Horas Gurning membenarkan adanya laporan tersebut.

Kini, pihak Kepolisian sedang bekerja melakukannya penyelidikan. “Yang pasti kami akan bekerja. Segera akan dilakukan penyelidikan,” kata Gurning. (red)

  • Bagikan