Bacok Tetangga Pakai Pisau Panas; Pria Ini Digelandang Warga ke Kantor Polisi

  • Bagikan

Kantong Berita, SIBOLGA-Seorang pria warga jalan Mawar Gang Mercedes, Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, Sumatera Utara nyaris tewas dibacok tetangganya, Rabu (8/7) sekira pukul 18.00 WIB.

Beruntung pria bernama Ashari Tanjung (33) tersebut mengelak, sehingga pisau panas yang diayunkan WASD (24) hanya mengenai bagian belakang lehernya.

Korban kemudian mengejar pelaku. Dibantu masyarakat, WASD akhirnya berhasil ditangkap dan langsung diserahkan ke pihak yang berwajib.

“Ashari datang ke Polres dengan membawa pelaku. Katanya, saat dia memandikan ayamnya didepan rumah, tiba-tiba pelaku datang dari arah belakang dengan pisau yang sudah dipanaskan sambil mengatakan, mati kau Buyung. Korban mengalami luka bakar dibahagian belakang leher dan bahu sebelah kiri,” kata Kapolres Sibolga AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Sabtu (11/7).

Baca Juga :   Catatan Polres Tapteng, Peredaran Narkoba Masih Marak; Sabu-sabu Lebih Mendominasi

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, diketahui kalau kalau antara korban dan pelaku pernah ada perselisihan.

“Pelaku menduga, kalau korban yang menghasut isterinya untuk mengucapkan kata-kata kotor padanya,” ungkapnya.

Karena itu, saat pelaku melihat korban sedang asyik mengurus ayam di depan rumahnya, diapun pergi ke rumah dan memanaskan pisau.

Baca Juga :   Nitip Jual Malah Digelapkan, Agen Septor Ditangkap di Mela

Setelah pisau memerah, pelaku kemudian membawanya menemui korban, untuk menghabisinya.

“Saat korban berdiri, pelaku mengayunkan pisau kearah leher korban. Karena korban mengelak, sehingga pisau mengenai belakang leher dan bahu kiri,” pungkasnya.

Akibat perbuatan pria yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut, korban mengalami luka dibahagian leher dan bahu.

Tersangka kini ditahan di RTP Polres Sibolga. Diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 353 ayat (1) Subsider pasal 351 ayat (1), dari KUHPidana, dengan ancaman hukuman 7 tahun. (ril/jul/kb)

  • Bagikan