Bakhtiar Laporkan Pemilik Akun Son Demak atas Dugaan Penghinaan Lewat Media Sosial

Foto : Bakhtiar Ahmad Sibarani saat menggelar konferensi pers usai melapor di Polres Tapteng.

Kantong Berita, TAPTENG- Bakhtiar Ahmad Sibarani, mantan Bupati Tapteng melaporkan pemilik akun Facebook Son Demak ke Polres Tapteng, Minggu (24/12/2023) sekira pukul 13.10 WIB.

Sesuai Surat Tanda Penerima Laporan Nomor : STTPL/6/449/XII/2023/SPKT/POLRES TAPANULI TENGAH/POLDA SUMATERA UTARA, Bakhtiar melaporkan pemilik akun Son Demak bernama Demakson Tampubolon atas dugaan Tindak Pidana ITE Undang-undang No. 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas Undang-undang No.11 tahun 2008.

Dimana dalam video yang diupload di media sosial Facebook tersebut, Demakson Tampubolon diduga melontarkan kata-kata penghinaan terhadap Bakhtiar.

Dan Video tersebut diketahui merupakan hasil siaran langsung akun Facebook bernama Son Demak.

Dalam keterangan persnya usai melapor, Bakhtiar menjelaskan sekilas kronologi kejadian sore sekitar 1 jam sebelum melapor. Saat itu dirinya bersama beberapa orang temannya berencana hendak makan di sebuah warung nasi langganannya di sekitar jembatan Sibuluan.

Tanpa sengaja, ketemu dengan Demakson di warung nasi tersebut. Bakhtiar mengaku awalnya tidak begitu kenal dengan terlapor yang dia ketahui berkulit putih dengan kepala plontos.

Saat melihat pria didepannya, Bakhtiar ingat dengan seseorang yang sering kali memosting di akun Facebook nya bernama Son Demak sesuatu hal yang menurutnya bernada provokatif, yang ciri-cirinya mirip dengan pria yang dia temui di warung nasi tersebut.

Setelah memastikan melalui teman disampingnya kalau pria tersebut benar adalah Demakson Tampubolon, Bakhtiar kemudian menghampirinya dan mengajaknya untuk bercerita sambil memegangnya.

“Pulang dari simpang parombunan saya mau makan, lewat jembatan Sibuluan sebelah kiri. Saya sudah makan disitu ada 50 atau 100 kali. Begitu turun saya masuk ke kedai, saya lihat Son Demak yang sering posting-posting di media sosial. Niat saya, dia saya pegang, saya ajak duduk, kita cerita. Karena saya mau menasehati. Saya melihat postingan-postingan selama ini menurut amatan saya, saya duga itu sering memprovokasi masyarakat, saya tidak ada ngomong kasar apa pun, saya tidak ada ngomong ngancam apa pun. Saya pegang, saya ajak karena ada kursi didepan nya itu, ada meja kosong. Kalau memang berani, ya lawan ngomong baik baik,” kata Bakhtiar.

Pada kejadian itu, Bakhtiar mengaku tidak ada mengeluarkan kata-kata bernada mengancam atau mengucapkan kata-kata kasar.

Apalagi di tahun politik sekarang, sebagai seorang tokoh Politik Nasional, Bakhtiar tetap harus menjaga kekondusifan khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Mohon maaf lah yah, mohon maaf bukan menyombongkan diri, kan tidak mungkin saya ada kasar berbicara sama orang seperti itu. Memang ada bukti, silahkan. Saya datang kan gak mungkin saya langsung mukul orang. Artinya niat saya pasti niat baik, kan gitu. Saya bicara baik tapi yang ada penyambutan yang kurang baik. Saya lihat tidak mau, ya saya duduk didepannya dan saya pengen lanjut makan,” ungkapnya.

Saat menunggu pesanan nasi datang, Bakhtiar mendengar suara seorang wanita yang duduk disamping Demakson berbisik, menyuruh untuk merekamnya dengan video handphone.

Mendengar itu, Bakhtiar pun memutuskan untuk meninggalkan warung makan tersebut.

“Kan tidak etis kalau lagi mau makan kita direkam-rekam. Entah apa-apalah yang disampaikan nanti. Saya lebih memilih menghindari. Tapi saya lihat di media sosial berbeda ceritanya, berbeda. Ingat ya perempuan itu saya tidak kenal dan saya hanya ngomong dengan Son Demak, tidak ada ngomong sama yang lain dan tidak mungkin saya berbicara yang tidak etis. Jadi jangan dikit-dikit dikaitkan ke politik. Kalau politik ya politik,” kata Bakhtiar.

Bakhtiar yang merupakan Ketua DPP Partai NasDem ini mengingatkan bahwa tidak ada yang kebal hukum di Negara ini. Diapun mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kekondusifan.

“Jangan merasa kebal hukum semua. Saya ingatkan jangan merasa preman, sore ini saya sudah lihat, kita lihat besok nyali nya ini. Kalau pun ada nyali kita berbuat kejahatan atau sok hebat, lakukanlah itu untuk membela negara, bukan membela yang lain. Jaga kekondusifan Tapteng,” imbuhnya.

Diketahui, pada saat yang bersamaan, Demakson Tampubolon bersama sejumlah rekannya juga hadir di Polres Tapteng untuk membuat pengaduan terhadap Bakhtiar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari pihak Polres Tapteng. (red)