Bank Indonesia Bantu Masyarakat Hadapi Kenaikan Harga Jelang Ramadhan Lewat Pasar Murah

Kantong Berita, SIBOLGA-Hadir pada pembukaan pasar murah yang digelar dijalan Peralihan Sibolga, Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Maruba Lumban Tobing bersama Kepala KPw Bank Indonesia Sibolga, Yuliansah Andrias dan Kepala Bulog Sibolga M. Khoiruddin.

Dalam keterangan persnya, Kepala KPw BI Sibolga menjelaskan tujuan digelarnya pasar murah tersebut untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga menjelang bulan suci Ramadhan.

“Gerakan pasar murah ini inisiasinya bersama Pemerintah Kota (Sibolga) dan Bulog Sibolga. Kami suport dari segi ongkos angkut. Sehingga harapannya harga di konsumen tetap rendah, yang tujuannya untuk menghadapi ramadhan ini. Kita bantu masyarakat untuk mendapatkan harga yang wajar untuk memenuhi kebutuhan,” kata Yuliansah.

Adapun jumlah bahan pokok yang disediakan pada pasar murah tersebut, beras ukuran 5 kg sebanyak 15 ton dan minyak goreng ukuran 1 kg sebanyak 1600 karton.

Menurut Yuliansah, pasar murah tak hanya digelar di Sibolga, seminggu yang lalu BI dan Bulog juga telah menggelarnya di Kabupaten Tapanuli Tengah. Dan untuk kali ini serentak digelar di 2 Kota, Sibolga dan Padang Sidempuan.

“Sasarannya memang kota-kota yang dihitung inflasinya,” ungkapnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Sibolga menyebut bahwa Pemko Sibolga dalam waktu dekat juga akan melakukan program yang sama menjelang Ramadhan. Dimana anggaran subsidinya akan ditampung melalui Dana Insentif Daerah (DID).

“Harapan kita kepada masyarakat, silahkan membeli dengan harga standar. Ini salah satu upaya untuk menekan inflasi di Kota Sibolga. Karena di Sibolga itu penyumbang inflasinya rata-rata dari bahan pokok, karena Sibolga tidak memproduksi bahan pokok. Tapi kita hanya pemakai,” kata Pantas.

Saat ini kata Pantas lanjut menjelaskan, harga-harga sudah mulai merangkak naik. Dan subsidi harga lewat biaya angkut merupakan langkah tepat yang akan dilakukan oleh Pemko Sibolga.

“Jadi bukan hanya operasi pasar saja, kita juga akan subsidi, seperti kemarin ada isu garam. Kita lakukan subsidi ongkos, sehingga harganya sama dengan harga di daerah produsennya. Bisa saja nanti menjelang ramadhan telor, gula bisa saja naik, yang kita subsidi itu nanti ongkosnya, tidak barangnya,” ungkapnya.

Untuk 3 bulan kedepan stok beras, gula dan minyak goreng di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, aman. Hal itu dikatakan oleh Kepala Bulog Sibolga M. Khoiruddin.

“Stok kita aman, untuk beras itu 480 ton, kita juga lagi minta kembali beras sebanyak 1000 ton dari daerah surflus. Untuk gula kita ada 175 ton. 100 ton lagi diperjalanan dari Jawa. Untuk minyak goreng, kita lagi pesan 5 kontainer, sekitar 8000 karton. Untuk beras premium yang saat ini merangkak naik tinggi itu sekitar 500 ton,” kata Khoiruddin.

Menurut Khoiruddin, dalam mengantisipasi inflasi, pihaknya telah mengambil peran, bahkan jauh sebelum pasar murah digelar oleh Bank Indonesia. Bulog telah menggelar sendiri pasar murah di 2 pasar yang ada di Kota Sibolga.

Tak hanya itu, mereka juga telah membuka gerai di kantor Bulog, melayani masyarakat yang ingin belanja beras, gula dan minyak goreng dengan harga yang relatif lebih murah dari harga pasaran.

“Di kantor juga kita sudah melayani retail, artinya 1 karungpun kita layani di Bulog. Jauh sebelum pasar murah, dengan mobil box, kita sudah melakukan pasar murah sendirian di dua pasar disini,” pungkasnya. (red)