BAWASLU Periksa 2 Saksi Terkait Dugaan Caleg Kampanye dan Bagi Uang dalam Rumah Ibadah di Siantar CA

Foto : Dari kiri, Togu Sitompul, Sahat Limbong, Hotmaniker Pasaribu dan kuasa hukum Muhammad Yusuf Nasution.

kantongberita.com, TAPTENG | BAWASLU Tapteng akhirnya memeriksa 2 orang saksi terkait seorang Calon Legislatif (Caleg) DPRD Sumut yang dilaporkan berkampanye didalam rumah ibadah sambil membagi-bagikan uang, Selasa (20/2/2024).

Usai memberikan keterangan kepada pihak BAWASLU, saksi Sahat Limbong (49) kepada wartawan membenarkan bahwa Caleg bernama Sahat Pane tersebut menggelar pertemuan dengan sejumlah masyarakat yang merupakan anggota CU (Credit Union) atau Koperasi Simpan Pinjam bernama Pakat di salah satu rumah ibadah di Desa Siantar CA, Kecamatan Sosorgadong, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Pada saat itu kata Sahat Limbong, Caleg dari Partai Kuning tersebut membagikan Alat Peraga Kampanye (APK) berupa Kalender dan kartu nama bergambarkan dirinya dengan mengenakan baju partai.

Tak hanya itu, Caleg yang juga merupakan Ketua CU. Pakat tersebutpun membagikan uang kepada setiap yang hadir pada pertemuan tersebut.

“Ada kalender, kartu nama dan uang kehadiran Rp20 ribu. Tapi, kalau aku cuma kalendernya kuterima saat itu. Katanya (Sahat Pane) saat pertemuan itu, kalaupun gak kalian pilih aku, gak masalah, tetapnya aku ketua CU. Pakat,” kata Sahat Limbong menirukan ucapan Sahat Pane saat itu.

Ditimpali Hotmaniker Pasaribu (54) saksi lainnya yang menyebut kalau rumah ibadah yang diduga dijadikan sebagai tempat kampanye tersebut telah rutin digunakan sebagai tempat rapat tahunan CU Pakat.

“Kalau itu memang sudah tiap tahun jadi tempat rapat CU. Kalender yang dibagikan itu, kalender CU, tapi ada gambarnya berbaju partai. Kalau uang, setiap anggota yang hadir dapatan,” kata Hotmaniker.

Diberitakan sebelumnya, seorang Caleg DPRD Sumut dilaporkan ke BAWASLU Tapteng atas dugaan pelanggaran Pemilu, Senin (12/2/2024).

Menurut Togu Sitompul, warga yang melaporkan Caleg tersebut dalam keterangan persnya usai membuat laporan ke BAWASLU mengatakan, Caleg tersebut diduga telah melanggar PKPU No.15 pasal 70, karena telah berkampanye di rumah ibadah.

Tak hanya berkampanye, Caleg nomor urut 9 dari Partai Kuning tersebut juga diduga telah melakukan praktek Money Politik, dengan membagikan uang kepada peserta pertemuan didalam rumah ibadah tersebut.

“Tepatnya tanggal 4 Februari yang lewat di desa Siantar CA, Kecamatan Sosorgadong Kabupaten Tapteng di salahsatu rumah ibadah,” kata Togu.

Selain oknum Caleg, Togu juga telah melaporkan seorang oknum penyelenggara Pemilu. Karena pada pertemuan tersebut kata Togu lanjut menjelaskan, petugas PPS tersebut juga diduga ikut mengkampanyekan oknum Caleg tersebut.

“Ketua PPS atas nama Aliston Bondar yang di duga ikut menyuarakan atau mengajak mengkampanyekan caleg tersebut,” ungkapnya.

Laporan tersebut tertuang dalam surat bukti penerimaan laporan nomor 016/LP/PL/KOB/02.25/I/2024.

Togu bersama kuasa hukumnyapun telah menyerahkan bukti-bukti pelanggaran Pemilu yang diduga dilakukan oleh oknum Caleg tersebut kepada pihak BAWASLU.

“Ada bentuk video, foto dan kita akan menghadirkan saksinya dan yang mendampingi saya hari ini adalah penasehat hukum,” pungkasnya.

Senada juga disampaikan oleh kuasa hukum Togu, Muhammad Yusuf Nasution yang mengatakan dalam waktu dekat mereka akan menghadirkan saksi yang menyaksikan langsung pertemuan didalam rumah ibadah tersebut.

“Sesuai dengan aturannya, mekanismenya ada batas waktu, mungkin satu atau dua hari, nanti saksi akan dipanggil, nanti akan dikonfirmasi dan diberitahukan juga kepada kami sebagai pelapor,” kata Yusuf. (red)