Beredar Rekaman, Penerima Bansos Belum Vaksin dan Mengaku Hanya Terima Rp800 ribu

Kantong Berita, SIBOLGA-Beredar sebuah rekaman pengakuan seorang warga Kota Sibolga Sumatera Utara, yang mengaku memperoleh Bantuan Sosial (Bansos) meski dirinya belum di vaksin.

Tak hanya itu, dari Rp1 juta nilai bantuan yang dikucurkan melalui Kartu BRI Link, dirinya mengaku hanya diberi Rp800.000 oleh petugas pendamping dari Kementrian Sosial.

Terdengar dalam rekaman tersebut, seorang wanita bertanya kepada penerima bantuan apa benar dirinya belum pernah di vaksin. Wanita penerima Bansos tersebut tidak menampiknya. Bahkan, dia mengaku lebih memilih ditembak mati ketimbang dipaksa untuk di vaksin.

Namun oleh seseorang bernama Saknan dalam rekaman tersebut mengaku bisa meloloskan nya meski belum di vaksin, dengan syarat Saknan harus dapat bagian dari bantuan yang diterima.

“Mula-mula datanglah dia (Saknan) belum lagi disuruh-suruh ke gedung (Nasional), kak keluar nama kakak da, dari dinas sosial bantuan BRI. Jadi gimana lah itu, aku belum ber vaksin. Aku gak mau di vaksin, mati di tembakpun aku, gak mau di vaksin. Iya ya, tapi tenang lah. Tapi begini da, gimana kubilang, mau di sogok kau kubilang. Kalaupun mau dipotong potonglah, gak apa-apa itu. Karena bukannya uang saya, bukan uangmu, bukan uang siapa-siapa. Pemerintahnya yang memberi,” terang wanita penerima tersebut dalam rekaman.

Kemudian, wanita penerima bansos datang ke gedung nasional sesuai perintah Saknan. Disana dia hanya duduk menunggu antrian, karena semua pemberkasan telah diatur oleh Saknan.

“Sesudah itu, tibalah waktunya mau ke gedung, kak datang kakak ke gedung. Jadi, kemanalah aku nanti setelah sampai disitu. Masuk kedalam katanya. Kubilang, disitu kau nanti ya, karena aku belum bervaksin. Masuk aku, kubilang Saknan sudah datang aku da. Dialah yang ngurus semua, tinggal dipanggil aja namaku,” ungkap penerima Bansos.

Setelah berhasil menerima kartu Bansos, wanita tersebut pun pamit pulang kepada Saknan.

Malamnya, Saknan datang ke rumah wanita tersebut untuk membicarakan soal Bansos tersebut. Saat itu, penerima Bansos meminta tolong ke Saknan agar Bansos berupa sembako tersebut diganti dengan uang tunai. Alasannya, agar dapat dipakai untuk membeli obat.

Saknan kemudian menyanggupinya dan menerima kartu Bansos wanita tersebut lalu pergi. Tak berapa lama kemudian, Saknan kembali dan menyerahkan uang kepada wanita penerima Bansos tersebut sebesar Rp800.000.

“Datanglah dia malam, kubilang Saknan janganlah beras, berasku masih ada. Uanglah kasih, biar bisa kubeli obatku. Katanya, sudah sempat digesek si bunda (pemilik BRI Link). Kubilang, uang kan lah. Datang lah dia, mana kartunya, kukasih, entah kemana dibawanya menggesek gak tahu aku. Dikasihnyalah sama aku Rp800.000, sisanya Rp200.000 lagi gak tahu aku,” kata wanita penerima Bansos dalam rekaman tersebut.

Belum diketahui, identitas wanita penerima bansos dalam rekaman tersebut. Begitu juga dengan wanita lawan bicaranya. (red)