Bupati Tapteng Lantik 84 Kades Terpilih; 9 Diantaranya Merupakan Warga Suku Nias

  • Bagikan
Foto : Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Forkopimda bersama 84 Kepala Desa terpilih.

Kantong Berita, TAPTENG-Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani mengambil sumpah janji sekaligus melantik 84 Kepala Desa terpilih Kabupaten Tapanuli Tengah, di Gedung Olahraga (GOR) Pandan, Kamis (30/12/2021).

Mengawali pidatonya, Bupati mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Tapteng dan juga Dandim 211/TT atas kesuksesan pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Terimakasih kepada Kapolres dan jajaran, kepada Dandim atas suksesnya pemilihan secara Demokrasi kepala desa Kabupaten Tapanuli Tengah. Riak-riak yang mengatakan akan terjadi kerusuhan, sudah terjawab. Satupun tak ada yang rusuh. Ada tadi yang mengatakan akan datang massa, saya katakan saya yakin dan sangat percaya pak Kapolres dan Dandim sanggup mengamankannya,” kata Bupati Tapteng disambut tepuk tangan seluruh yang hadir pada pelantikan tersebut.

Foto : Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani memasang tanda jabatan Kepala Desa terpilih.

Putra asli Kabupaten Tapanuli Tengah ini menyinggung terkait adanya oknum yang belakangan kerap melemparkan isu yang tidak jelas, yang tujuannya hanya untuk mengacau kekondusifan di Kabupaten Tapanuli Tengah. Dengan tegas Bakhtiar menyebut akan melawan.

“Saya lahir dan dibesarkan di Tapanuli Tengah ini, tidak akan mempan, orang yang diluar sana, sudah puluhan tahun meninggalkan Kabupaten Tapanuli Tengah, kini coba-coba mengganggu Tapanuli tengah. Saya akan mempertaruhkan apapun,” tegasnya.

9 Kades Merupakan Warga Suku Nias

Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani juga membantah isu SARA yang berkembang pada saat tahapan Pilkades berlangsung. Salah satunya, yang menyebut, tidak ada Cakades yang berasal dari suku Nias yang lolos jadi Kepala Desa.

Sementara, dari 84 Kepala Desa yang dilantik, 9 diantaranya merupakan warga suku Nias.

“Saya tidak pernah membeda-bedakan sukumu apa, agamamu apa. Jika temanku dan saudaraku, apapun akan ku pertaruhkan untuk membelanya. Ada isu yang mengatakan tidak ada orang nias yang lolos. Dibilang saya gak sayang dengan orang nias. Buktinya, dari 84 orang yang dilantik, 9 orang nias. Berarti, gak ada perbedaan suku dan agama di pelantikan ini,” tegas Bupati sembari mengajak seluruh Kepala Desa terpilih untuk bersama-sama membangun Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi lebih maju lagi.

Baca Juga :   Kunker & Reses Martin Manurung; Bupati Tapteng Usul Buka Kembali Penerbangan Rute Pinangsori-Jakarta

Selain isu suku, isu agama juga dilempar untuk menyerang Bupati Tapteng. Dimana, Bupati disebut lebih berpihak kepada Cakades Muslim ketimbang Cakades beragama lain.

“Ini ada kawan saya, Apre Manalu, kepala desa di Sigambo-gambo, dia Nasrani. Di Sigambo-gambo itu hampir 79 persen, Muslim. Saya tidak perlu itu, saya katakan selalu, saya tidaklah pemimpin satu agama. Tapi, jadi pemimpin seluruh agama. Bahkan ada yang menggugat, hanya karena gak ada Muslim yang lolos dari desa itu. Gak bisa, urusanmu dengan agamamu, urusanku dengan agamaku, sama-sama kita membangun Kabupaten Tapanuli Tengah,” tegasnya.

Cakades Wajib Hadir pada Saat Pencoblosan

Pada pidatonya, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani juga menjelaskan tentang 2 Kepala Desa yang kalah pada Pilkades serentak, namun ikut dilantik.

Menurut Bupati, sesuai aturan Pilkades, mewajibkan Calon Kepala Desa (Cakades) hadir dilokasi pemilihan pada saat pencoblosan berlangsung.

Bila Cakades yang tidak hadir berhasil memperoleh suara terbanyak, maka akan gugur dan digantikan dengan Cakades dengan perolehan suara terbanyak kedua.

“Ada yang kalah, tapi dilantik. Karena lawannya gak datang. Itu aturan, setiap calon wajib hadir,” terangnya.

Pelantikan Kades Terpilih Pagaran Honas Ditunda

Sebelumnya, ada 85 desa di Kabupaten Tapanuli Tengah yang menggelar Pilkades serentak. Dimana 1 diantaranya yakni Desa Pagaran Honas ditunda pelantikan Kepala Desa terpilihnya.

Menurut Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, penundaan tersebut lantaran hasil Pemilihan Desa tersebut dalam daftar gugatan. Karena Cakades terpilihnya disebut-sebut masih terdaftar sebagai perangkat desa aktif yang menerima gaji dari Negara.

“Ada 1 desa yang tidak dilantik hari ini. Desa Pagaran Honas. Calonnya dilaporkan terkait pendamping desa. Incumbent kalah, warganya 95 persen Nasrani, yang menang Muslim. Tetapi kasusnya penipuan data. Tetapi tidak saya loloskan dilantik, walaupun dia Muslim. Saya katakan, walaupun dia Nasrani, walaupun dia Konghucu, Katolik, itu tidak menjadi persoalan bagi saya. Tetap persaudaraan dan persahabatan yang penting dalam kehidupan ini bagi saya di negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Dia menang, datanya oke, masyarakat aman, tapi dia ada janji tertulis. Karena gajinya masuk ke rekeningnya sebagai pendamping desa, dia maju, sama saja dia menjerumuskan panitia. Jadi saya sampaikan, tunda pelantikan. Kita cek kebenarannya dan dibentuk panitia. Kalau memang betul dia masih menerima gaji, berarti dia sudah melakukan pembohongan. Saya akan ulang pemilihan kepala desanya,” tegas Bupati.

Baca Juga :   Jamu Bunda Aisyiyah, Bupati Bakhtiar Paparkan Hasil Capaian Pembangunan Tapteng

Bupati kemudian mengajak seluruh Kepala Desa yang baru saja dilantik untuk merangkul seluruh masyarakat desanya, termasuk orang-orang yang berseberangan pada saat Pilkades.

“Saudara-saudara yang terpilih, tunjukkan bahwa kalian yang terbaik di desa itu. Bangun, rangkul, musuh peluk, ambil hatinya. Ajak ngomong, komunikasi baik-baik. Setiap warga desa itu adalah warga saudara. Jangan pernah fikirkan itu musuh,” imbuhnya.

Diakhir pidatonya, Bakhtiar mengucapkan Selamat Hari Natal 2021 kepada umat Kristen dan Tahun Baru 2022 kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah.

Amatan, pada acara pelantikan Kepala Desa terpilih tersebut juga dilakukan penyerahan tunggul Kecamatan terbaik pada evaluasi kinerja Kecamatan Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2021.

Dimana, terbaik I diraih oleh Kecamatan Sarudik. Untuk terbaik II diraih oleh Kecamatan Barus Utara, dan terbaik III diraih oleh Kecamatan Manduamas.

Foto : Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani menyerahkan tunggul Kecamatan terbaik kepada Camat Sarudik.

Hadir pada pelantikan tersebut Ketua Pengadilan Negeri Sibolga Gabe Dorris Mora Boru Saragih, Kapolres Tapteng Jimmy Christian Samma, Dandenpom Lanal Sibolga Kapten Laut (Pm) Yulius Dedy K, Dandim 0211/TT Letkol Czi Mangatas Pandapotan Sibuea.

Kemudian, Kepala Cabang Bank Sumut Pandan Deddy Hutabarat, Dansatradar 234/Sibolga Mayor Lek Doddy Setiawan, Ketua DPRD Tapteng Khairul Kiyedi Pasaribu, Wakil Ketua DPRD Tapteng Willy Saputra Silitonga serta sejumlah Anggota DPRD Tapteng. Sekda Tapteng serta para Pimpinan OPD dan Camat. (red)

  • Bagikan