Bupati Ungkap Masih Ada 35 Desa di Kabupaten Nias yang Belum Dialiri Listrik, Menjadi Kendala Penerapan Sistem Digitalisasi

Foto : Bupati Nias Ya'atulo Gulo pada acara High Level Meeting Tim percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Kepulauan Nias yang digelar di Hotel Soliga.

Kantong Berita, GUNUNGSITOLI-Bupati Nias Ya’atulo Gulo pada acara High Level Meeting Tim percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Kepulauan Nias yang digelar di Hotel Soliga menyampaikan kendala yang dihadapi pihaknya terkait penggunaan kanal Digitalisasi yang merata di daerah tersebut.

Salah satunya, masih ada 35 Desa dari 170 Desa di Kabupaten Nias yang hingga kini belum dialiri listrik.

“Dari 170 Desa, masih ada 35 desa di Kabupaten Nias yang belum teraliri listrik. Ini menjadi tantangan bagi kami. Tapi kami sudah sampaikan kepada pihak PLN,” kata Ya’atulo Gulo.

Tak hanya terkendala listrik, dia juga mengeluhkan jangkauan jaringan internet di daerahnya yang masih sangat rendah, bila dibandingkan dengan daerah lain.

Padahal, jaringan internet yang baik merupakan penunjang utama penggunaan kanal Digitalisasi.

“Di daerah kami, 52 % masih blank spot untuk internet, ini menjadi sebuah tantangan bagi kami,” ungkapnya.

Sekilas, Bupati Nias mengaku kalau sebelumnya pihaknya sempat merasa gembira dengan adanya program BTS milik Kementrian Kominfo yang digadang-gadang akan dapat menjangkau seluruh pelosok daerah.

Namun setelah kasus korupsi BTS bergulir hingga ditahannya Mentri Kominfo saat itu Johnny Gerard Plate, harapan tersebutpun sirna.

“Dengan BTS Kominfo, kami berharap daerah kami sudah ada jaringan internet sampai ke pelosok. Ternyata setelah kasus korupsi itu, impian kamipun jadi sirna,” pungkasnya.

Hal itulah katanya yang menjadi tantangan pihaknya untuk menerapkan sistem digitalisasi menyeluruh di Kabupaten tersebut.

Meski demikian, Bupati Nias mengungkapkan, hingga kini pihaknya telah menerapkan sistem digitalisasi pada beberapa transaksi Pemerintah Daerah. Seperti, pembayaran retribusi air, sewa kios serta SPPD.

“Kami sudah SP2D digital per September 2022 lalu. Kemudian, pembayaran air dan sewa kios juga sudah online. Namun untuk kartu kredit daerah, masih menyusul,” pungkasnya. (red)