Dana BOS SD 081235 Sibolga Ditengah Pandemi Covid-19; Dari Perayaan Natal Hingga Belanja Karet Penghapus

  • Bagikan
Ilustrasi (int)

Kantong Berita, SIBOLGA-Pengelolaan Dana BOS Tahun Anggaran (TA) 2020 di SD 081235 Sibolga, Sumatera Utara dipertanyakan.

Pasalnya, dari data yang diperoleh terdapat sejumlah kejanggalan pada penggunaan uang negara tersebut. Salah satunya yakni adanya pembiayaan untuk pelaksanaan kegiatan perayaan Natal dan pembelajaran ekstrakulikuler.

Sementara, bila dikaitkan dengan kondisi Negara yang sedang dalam fase Pandemi Covid-19, seharusnya pihak sekolah tidak melaksanakan kegiatan yang tercantum dalam laporan pertanggungjawaban Dana BOS TA.2020 tersebut.

Karena, Presiden dan Menteri Pendidikan telah mengeluarkan instruksi pembatasan seluruh kegiatan masyarakat, termasuk sekolah tatap muka yang harus ditiadakan.

Namun anehnya, meski pembelajaran tatap muka ditiadakan, dana BOS tahun 2020 sebesar Rp198.900.000 habis digunakan oleh Penggunaan Anggaran (PA) di sekolah tersebut.

Yang anehnya lagi, alokasi dana untuk pelaksanaan pembelajaran secara online tidak ditampung.

Sementara, kebijakan pemerintah sejak terjadinya Pandemi hingga saat ini, sistem pembelajaran dilakukan secara online dengan tetap mengucurkan dana untuk pelaksanaan nya.

Baca Juga :   Apel Kesiapan Vaksinator Tambahan Jajaran Polda Sumut; Tercatat yang Meninggal Dunia Sudah Mencapai 1.228 Orang

Terpisah, Kepala SD 081235, Piator Bondar yang ditemui di ruang kerjanya dalam keterangannya membenarkan pelaksanaan seluruh kegiatan Dana BOS tersebut. Termasuk kegiatan perayaan Natal yang menurutnya telah dilaksanakan sejak bulan Agustus 2020.

“Mulai bulan 8 kami sudah melaksanakan latihan-latihan Natal. Itu berjalan transport guru, yang kami buat dua kali satu minggu. Itu dilaksanakan diluar jam, mulai bulan 8, 10 kali kegiatan lah itu. Namun, kami tidak melaksanakan Natal di Gereja, karena ada larangan membawa ke Gereja. Tapi pelaksanaannya di sekolah terlaksana. Dan nanti tahu sendirinya bapak itu siapa yang terlibat disitu, ada 6 orang barang kali. Transportnya itu kami pakainya itu, karena mereka melatihnya diluar jam,” kata Piator.

Dia juga menjelaskan alasannya tidak menganggarkan dana untuk pelaksanaan pembelajaran secara online. Katanya untuk menghindari sulitnya membuktikan penggunaan anggaran tersebut.

“Terkait pulsa, itu ada dari Pemerintah masuk langsung ke masing-masing siswa. Sulit kita melaksanakan itu, karena buktinya nanti payah,” jelasnya.

Baca Juga :   Hasil Pemeriksaan Polisi, Saksi Sebut Naila Terbakar Saat Menggoreng Ikan

Terkait pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, Kepala Sekolah ini juga mengaku telah melaksanakannya sesuai yang tertera pada data pertanggungjawaban nya. Yakni berupa kegiatan tryout, dengan membiayai transportasi sejumlah guru yang terlibat pada kegiatan tersebut.

“Untuk tryout kami laksanakan itu. Karena mendatangkan guru dari SD lain itu, walaupun Pandemi kami laksanakan itu siang,” pungkasnya.

Diketahui, selain biaya kegiatan Natal dan Ekstrakurikuler, melalui Dana BOS TA.2020, pihak sekolah juga mengalokasikan dana untuk pembelian sejumlah barang habis pakai. Seperti, pensil 2B sebanyak 50 buah, karet penghapus 50 buah, sapu sebanyak 60 buah, sapu lidi 40 buah, tempat sampah 30 buah dan sorok sampah 30 buah.

Kemudian, kain pel 29 buah, pembersih lantai 12 pcs, sabun mandi 24 buah dan vixal sebanyak 12 botol. (red)

  • Bagikan