Dinsos Sebut BNPT di Tapteng Disalurkan Bertahap dan Tidak Ada Pemotongan

  • Bagikan
Foto : Kadis Sosial Tapteng, Robby bersama Wakil Manager BRI Cabang Sibolga, Idil saat menggelar konfrensi pers.

Kantong Berita, TAPTENG-Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), hanya dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok.

Di Kabupaten Tapanuli Tengah, bahan pokok yang tersedia diantaranya, beras, telur, kacang hijau dan kentang.

Tak hanya itu, sesuai ketentuan yang tertera pada Pedoman Umum (Pedum) Kemensos RI, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hanya diperbolehkan belanja di e-warong (Elektronik Warung Gotong Royong) yang ada di Tapanuli Tengah.

“Hal itu sesuai Pedoman umum (Pedum) bantuan pangan non tunai Perubahan Tahun 2020 dan sesuai Surat Edaran Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah Nomor 1151/Dinsos/2021 tentang pengelolaan dan pendistribusian bantuan program sembako. Tidak boleh ditukar dengan barang diluar Pedum dan tidak boleh dicairkan dalam bentuk uang tunai. KPM yang berada di Tapteng harus belanja di e-warong yang ada di Tapteng, tidak boleh di luar Tapteng. Ada sanksi bagi KPM yang bertransaksi di e-warong yang ada di daerah lain,” kata Kepala Dinas Sosial Tapanuli Tengah, Robby Edata Manik dalam keterangan persnya di ruang kerjanya, Kamis (11/11/2021).

Baca Juga :   Seminar Jurnalistik PWI Sibolga-Tapteng 'Apa, Siapa itu wartawan dan undang-undang Pers'

Robby membantah isu miring terkait BNPT yang diduga sengaja dihembuskan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Salah satunya, menyebut ada saldo KPM yang dikurangi oleh petugas.

Dijelaskannya, dana BNPT untuk bulan Oktober 2021 disalurkan secara bertahap oleh Kemensos RI. Sedangkan untuk dana bulan November, hingga kini belum disalurkan.

“Artinya jangan memfitnah terus, karena dananya saja belum masuk. Sayangi anak dan istrimu kalau kerjanya hanya memfitnah,” tegasnya.

Diketahui, penerima BNPT di Tapteng tercatat sebanyak 30.933 KPM dengan jumlah e-warong 106 unit dan pendamping sebanyak 21 orang, yang tersebar di 20 Kecamatan. Masing-masing KPM menerima bantuan sebesar Rp200.000 perbulan.

Baca Juga :   Bupati Tapteng Bersama Danlanal Sambut Kedatangan KAL Sarudik; Dioperasikan Untuk Menjaga Wilayah Kerja Lanal Sibolga

“BNPT dari Kementerian Sosial ini, sudah ada sejak tahun 2018 lalu,” ujar Robby.

Asisten Manager BRI Cabang Sibolga, Idil Ria Zebua yang turut hadir pada konferensi pers tersebut membenarkan bahwa KPM tidak bisa menukar saldo KKS dengan uang tunai.

Kemudian, tidak ada pemotongan dana yang dilakukan oleh petugas. Karena, KKS tidak sama dengan kartu ATM.

Tak hanya itu, Idil juga membenarkan bahwa BNPT untuk bulan Oktober, masih disalurkan secara bertahap dengan memindah bukukan dana bantuan dari rekening Kementerian Sosial RI kepada Himpunan Bank Negara (HIMBARA).

“Sesuai dengan Pedum Sembako, BRI menjadi Bank Penyalur di Kabupaten Tapanuli Tengah. Saldo yang terdapat di dalam KKS masuk secara bertahap pada masing-masing KKS yang dimiliki Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” kata Idil Ria. (red)

  • Bagikan