Ditemukan Warga di Sibolga; 10 Unit Betor Milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ‘Terlantar’

  • Bagikan

Kantong Berita, SIBOLGA-Warga menemukan 10 unit becak bermotor (betor) milik Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terbengkalai di sebuah kompleks perumahan di Lingkungan I, Kelurahan Kota Beringin, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga Sumatera Utara.

Dari hasil pantauan, betor tersebut diparkir di 2 tempat didalam kompleks perumahan tersebut.

7 unit berada persis dekat tembok pasar Kota Beringin. Sementara, 3 unit lainnya ditaruh di tengah-tengah perumahan.

Sementar, di bak betor berwarna hijau tersebut tertulis, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun Anggaran 2018.

Melihat kondisinya, tampak seperti betor baru yang sudah bertahun tidak pernah dipakai. Karena, kondisi masing-masing bak betor terlihat masih terlipat rapi.

Baca Juga :   Pembobol Toko di Sibolga Ditangkap Saat Tidur di Rumah Warga

Ban nya pun masih tampak baru. Begitu juga dengan kondisi mesinnya, masih mengkilat.

“Sayang kali lah aset pemerintah dibiarkan terbengkalai seperti ini. Mubazir uang negara untuk pengadaan betor ini,” kata Hotma Purba, warga Sibolga yang menemukan keberadaan 10 betor tersebut dengan nada kesal, Kamis (27/8).

Harapannya, DPRD dapat mengusut keberadaan betor-betor tak bertuan tersebut.

“Tolong pak dewan, diusut siapa yang menitipkan betor ini disini. Mustahil, tidak ada yang menitipkannya,” ketus pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Investigsi Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP).

Baca Juga :   Braaaak! Sepeda Motor Tabrak Bus Berhenti

Tak hanya itu, Hotma juga meminta penegak hukum ikut andil dalam mengusut keberadaan aset negara tersebut.

“Polisi pun harus ikut dilibatkan, siapa dibalik penelantaran aset negara ini,” pungkasnya.

Ketika dicoba ditanyakan kepada penghuni kompleks, tak satupun yang tahu seputar betor tersebut.

Anehnya, Lurah Kota Beringin, Elprider Purba, juga mengaku tidak pernah tahu keberadaan betor tersebut.

“Gak pernah tahu kita,” kata Elprider menjawab pertanyaan wartawan.

Lurah menduga, keberadaan betor tersebut ada kaitannya dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Sibolga.

“Mungkin waktu itu langsung ke dinas LHKP,” ungkapnya. (jul/kb)

  • Bagikan