Dituduh Tukang Santet dan Rumah Dilempari Batu; Satu Keluarga di Sorkam Barat Terpaksa Menginap di Kantor Polisi

  • Bagikan
Foto : Salah satu batu yang dilempar berbalut kertas yang isinya meminta pemilik rumah agar segera meninggalkan kampung.

Kantong Berita, TAPTENG-Sebuah rumah di Desa Pahiema I, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, dilempar orang yang tak dikenal (OTK). Akibatnya, jendela kaca rumah kediaman Norhaida Situmeang (61) tersebut pecah.

Anehnya, salah satu batu yang dilempar ditemukan berbalut kertas berisikan tulisan yang meminta pemilik rumah agar segera pergi meninggalkan kampung tersebut.

Pemilik rumah dituduh memiliki ilmu hitam alias tukang santet atau Parula-ula dalam istilah masyarakat Tapteng.

Tak ingin sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi, keluarga Norhaida kemudian meminta pertolongan kepada pihak Polsek Sorkam dan memutuskan menginap di kantor Polisi tersebut.

Baca Juga :   Di Taput, Wartawan Kebagian Bantuan Terdampak Covid-19; Voucer Tidak Bisa Diganti dengan Uang

“Sudah empat hari kami nginap di kantor Polsek Sorkam,” kata Minarwati Manalu, anak Norhaida, Sabtu (5/6).

Menurutnya, teror pelemparan terjadi, Selasa (1/6), sekira pukul 03.30 WIB. Dan hingga kini, Norhaida dan keluarganya belum mengetahui siapa pelaku pelemparan batu tersebut.

Karena saat pelemparan, mereka dalam kondisi tidur. Namun, mereka sempat melihat pelaku berlari menyeberang jalan.

“Pelaku lari keseberang jalan. Ada dua orang, tapi mukanya tidak nampak jelas,” ujar Minarwati.

Baca Juga :   Warga Jalan Murai Ditangkap Jatanras Polres Tapteng; Ini yang Disita dari Rumahnya

Tuduhan tukang santet kepada orangtuanya, dibantah Minarwati. Ia menegaskan jika tuduhan tersebut tidak berdasar.

Orangtuanya juga katanya telah membuat laporan pengaduan dengan nomor STPL/14/VI/2021/Sek-Sorkam/Res Tapteng/Poldasu, tertanggal 1 Juni 2021.

“Setelah kejadian itu, ibu saya takut dan meminta perlindungan kepada polisi,” ungkapnya.

Kapolsek Sorkam, AKP Ismail Lubis dalam keterangannya membenarkan peristiwa pelemparan yang terjadi dan korban telah membuat laporan pengaduan.

“Beberapa saksi telah kita mintai keterangan,” sebut Ismail. (ril)

  • Bagikan