Home Stay Jalan Lumba-lumba Digrebek Polisi; Seorang Oknum PNS Diamankan dari Kamar Nomor 4

  • Bagikan

Kantong Berita, TAPTENG-Satuan Reserse Narkoba Polres Tapteng menggrebek sebuah Home Stay yang terletak di jalan Lumba-lumba, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (3/6) sekira pukul 21.30 WIB.

Dari penginapan tersebut Polisi berhasil mengamankan 2 orang pria, diantaranya HPP (40) warga Dusun V Panjamuran, Desa Tapian Nauli I, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng.

Kemudian, AZL (37) seorang Aparatur Sipil Negara (ASN)/PNS warga jalan Aso-aso, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas.

Disita barang bukti berupa 2 paket Sabu seberat 25 gram dan 0,10 gram, dibungkus plastik bening. Kemudian, 1 set alat hisap alias Bong.

Tak hanya itu, ditemukan juga 10 butir Pil Ekstasi warna Orange dan sebuah dompet warna merah.

Baca Juga :   Suami Pergi Melaut, Istri Ditangkap Usai Pesta Sabu

Menurut Polisi, penangkapan keduanya bermula dari informasi masyarakat.

“Katanya, di penginapan atau Home Stay, di kamar Nomor 4 yang belamat di Jalan Lumba-lumba ada seseorang menyimpan dan menguasai Narkotika,” kata Kapolres Tapteng AKBP Nicolas melalui Paur Subbag Humas Ipda JS Sinurat dalam keterangannya, Rabu (10/6).

Selanjutnya personil menuju Home Stay tersebut. Setibanya di kamar nomor 4, tim masuk kedalam dan menemukan HPP dan AZL.

Petugas kemudian melakukan penggeledahan badan terhadap keduanya, namun tidak ditemukan barang bukti apapun.

Lalu dilakukan penggeledahan diseluruh sudut ruangan, petugas akhirnya menemukan 2 paket Sabu lengkap dengan alat hisapnya dan 10 butir Pil Ekstasi.

Baca Juga :   Bongkar Kios Ponsel, Seorang Pelajar Diamankan dari Warnet Jalan Cendrawasih

Kepada petugas HPP mengaku Sabu dan Pil Extasi tersebut adalah miliknya yang hendak dijual kepada orang lain.

“Selain dijual, juga dipakai sendiri,” terang Sinurat.

Sedangkan AZL mengaku datang ke penginapan hanya untuk mengkonsumsi barang haram tersebut.

“Selanjutnya tim membawa barang bukti dan tersangka ke kantor Polres Tapanuli Tengah,” pungkasnya.

Usai menjalani pemeriksaan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di RTP Polres Tapteng.

Keduanya diancam pasal 114 ayat (2) Subsider pasal 112 ayat (2) dari Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang tindak pidana Narkotika.

Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (jul/kb)

  • Bagikan