banner 728x250

Jaga Ketersediaan BBM, Polres Sibolga Gelar Monitoring SPBU

Foto : Kabag Ops dan Kasat Reskrim Polres Sibolga saat melakukan monitoring SPBU.

Kantong Berita, SIBOLGA-Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan antrian panjang terlebih pada bulan puasa saat ini, Polres Sibolga menggelar monitoring di SPBU, Rabu (13/4/2022).

Tak hanya itu, monitoring yang dilakukan oleh Kabag Ops Kompol Jono Sirait bersama Kasat Reskrim AKP D. Harahap untuk menindaklanjuti arahan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, tentang pengawasan terhadap kelangkaan dan antrian bahan bakar minyak khususnya di Kota Sibolga.

Dari keterangan tertulis yang disampaikan oleh Kasi Humas Polres Sibolga AKP Ramadhansyah Sormin, juga menjelaskan bahwa monitoring tersebut sekaligus mengimbau masyarakat dan pelaku usaha SPBU agar tidak menjalankan bermain curang.

“Tidak melakukan bisnis curang dengan pengisian dengan menggunakan jerigen tanpa dilengkapi dengan dokumen dari pihak yang berwenang yakni DKP kota Sibolga. Pengisian yang berulang-ulang serta menggunakan tangki yang tidak sepantasnya atau dimodifikasi,” kata Sormin.

Karena menurutnya, bahan bakar merupakan komoditas strategis yang menyangkut kebutuhan hidup orang banyak.

“Dan ketersediaannya memiliki peran penting bagi aspek sosial dan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Pada monitoring tersebut, tidak ditemukan gelagat atau upaya penimbunan bahan bakar.

Hingga saat ini ketersediaan minyak Pertalite, Bio Solar dan Pertamax di Kota Sibolga masih mencukupi.

Pada kesempatan tersebut, para pengusaha SPBU berharap kepada pihak PT. Pertamina untuk dapat menambah quota mereka.

Menurut Sormin, Kapolres Sibolga AKBP Taryono Raharja,SH,SIK juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, apabila mengetahui ada pedagang atau pengusaha yang sengaja menimbun bahan bakar, agar segera melapor dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami juga menghimbau agar masyarakat dapat mengisi bahan bakar seperlunya dan tidak melakukan pengisian bahan bakar yang berlebihan,” pungkas Sormin. (red)