banner 728x250

Jalan Rampah-Poriaha Masih Gelap Gulita, Sevendy; Pada prinsipnya, kami akan memproses kalau ada permohonan

  • Bagikan
Foto : Manager PLN Sibolga, Sevendy

Kantong Berita, SIBOLGA-Terkait rumah masyarakat di sekitar jalan Rampah-Poriaha yang belum dialiri listrik mendapat tanggapan serius dari pihak PLN Sibolga.

Melalui Menagernya, Sevendy menegaskan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima surat permohonan pemasangan baru dari masyarakat Desa Tapian Nauli III dan IV.

“Sampai saat ini belum ada surat permohonan dari masyarakat. Kemudian, disana sebagian besar sudah teraliri listrik. Pada prinsipnya, kami akan memproses kalau ada permohonan. Apalagi kami sudah membangun jaringan yang begitu besarnya. Itu tujuannya untuk melistrikin. Tapi karena gak ada permohonan,” tegas Sevendy diruang kerjanya, Kamis (14/1).

Menurutnya, hingga kini pihaknya masih memasang 4 trafo di sepanjang jalan Rampah-Poriaha. Sementara, bila dihitung dari jumlah penduduk sekitar, jumlah trafo yang bisa dipasang bisa lebih banyak lagi.

Baca Juga :   Uang Hasil Nyuri HP Dipakai Beli Sabu di Sibolga Julu

“Ada juga sebagian desa, seperti Sibunga-bunga, kita pernah minta raja huta nya agar masyarakat mengajukan permohonan masuk listrik. Karena sebelumnya sudah ada listrik sendiri (desa), mereka lebih memilih memakai itu (listrik desa). Mereka gak ada niatan. Jadi, yang bermohon itu masih sekitar 4 trafo. Harusnya bisa lebih banyak,” ungkapnya.

Terkait Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang hingga kini juga belum ada di sepanjang jalan Rampah-Poriaha menurut Sevendy bukan tanggungjawab PLN.

Melainkan tanggungjawab dari Pemerintah Daerah atau Pemkab Tapteng.

Karena, pajak penerangan jalan yang dikutip melalui rekening listrik masyarakat disetorkan kembali oleh pihak PLN ke Pemerintah Daerah.

Baca Juga :   Kapolres Sibolga Bagi Bingkisan Kepada Anak-anak yang Ikut Ibadah Perayaan Kenaikan Isa Almasih

“Lampu jalan itu tanggungjawabnya Pemerintah Daerah setempat. Penyedia lampu jalan itu tanggungjawab Pemda bukan PLN. Karena ada pajak penerangan jalan yang dikutip dari masyarakat melalui tagihan rekening listrik. Itu disetorkan ke mereka (Pemda). Jadi uang itu mutar lagi ke mereka. Untuk menyediakan lampu jalan,” pungkasnya.

Sebelumnya, perwakilan masyarakat sekitar jalan Rampah-Poriaha mengaku telah mengajukan permohonan pasang baru melalui pihak Kecamatan Tapian Nauli ke PLN. Ada sekitar dua puluhan Kepala Keluarga yang mengajukan permohonan. Namun hingga kini, a belum ada realisasi pemasangan dari pihak PLN. (ril/jul/kb)

  • Bagikan