Kapal Pembawa Mayat Itu Ternyata Tidak Kantongi SPB

Kantong Berita, SIBOLGA – Pada Selasa (20/10), dilaporkan bahwa sebuah kapal penangkap ikan membawa mayat. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa mayat tersebut, yang telah dievakuasi ke rumah sakit FL. Lumban Tobing Sibolga, adalah seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang meninggal karena sakit saat berlayar.

Setelah dilakukan penelusuran oleh Wartawan, ternyata kapal tersebut adalah KM. Bintang Bahari Sukses. Kapal ini kemudian menjadi sasaran serbuan oleh para ABK pada Kamis (22/10), karena diduga melakukan pemotongan uang hasil penjualan ikan.

Dari kesaksian para ABK, ditemukan beberapa hal yang mencurigakan terkait kapal tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa awalnya kapal berangkat dari dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga. Namun, ketika membawa mayat kembali, kapal tidak sandar di PPN Sibolga seperti biasanya, melainkan di sebuah tangkahan di daerah Pondok Batu Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Tidak hanya itu, kapal juga diduga sengaja mengatur jam sandar agar terkesan bahwa mereka telah sandar di PPN Sibolga, dalam upaya untuk mengecoh petugas.

“Kami berangkat dari PPN, tapi ketika membawa mayat pulang, kami sandar di Horizon (tangkahan),” ujar para ABK.

Untuk mengetahui alasan kapal tidak sandar di dermaga PPN Sibolga saat membawa mayat, Wartawan mencoba mengonfirmasi pihak Syahbandar PPN Sibolga. Dari Adi Daeng, seorang pejabat Syahbandar PPN Sibolga, terungkap bahwa KM. Bintang Bahari Sukses tidak memiliki Surat Persetujuan Berlayar.

Ini berarti, kapal tersebut berlayar secara ilegal, dan semua ABK yang berjumlah 40 orang tidak terdaftar di PPN Sibolga. Akibatnya, semua tanggung jawab tidak menjadi tanggung jawab pihak PPN, termasuk asuransi jiwa para ABK.

“Tidak ada Surat Persetujuan Berlayar. Kita tidak tahu mereka berangkat, dan mereka juga tidak melaporkan. Bahkan ketika membawa mayat, tidak ada laporan,” jelas Adi Daeng.

Dia juga menjelaskan bahwa jika KM. Bintang Bahari Sukses melaporkan kematian ABK kepada PPN, maka pihak PPN akan melaporkannya ke Jamsostek untuk mengajukan tanggungan asuransi jiwa.

“Karena Jamsostek juga ada di sini. Pasti saya akan melaporkannya,” tambahnya.

Namun, ketika Wartawan mencoba meminta klarifikasi dari pihak pengusaha kapal, tidak ada yang bersedia memberikan keterangan di kantor mereka yang berada di kompleks PPN Sibolga.

Informasi yang dikumpulkan menyebutkan bahwa ABK yang meninggal adalah Sukran Simanullang, warga Barus Tapteng, dan mayatnya telah diserahkan kepada keluarga untuk pemakaman. Terkait tanggung jawab yang diberikan oleh pengusaha kapal kepada keluarga, belum ada informasi yang diketahui.