Keluarga Korban Kapal Tenggelam Tuntut Tanggungjawab Pengusaha; 4 ABK Belum Ditemukan

  • Bagikan
Foto : Seorang wanita yang kehilangan suaminya menuntut tanggungjawab pengusaha kapal.

Kantong Berita, SIBOLGA-Keluarga korban KM. Mikhel mendatangi pihak pengusaha kapal, Sabtu (29/5). Mereka menuntut tanggungjawab pengusaha terhadap mereka.

Karena sejak keluarga mereka yang menjadi ABK di KM. Mikhel dinyatakan hilang, hingga kini pihak pengusaha belum memberi santunan dalam bentuk apapun.

“Kami datang kesini untuk meminta keadilan, agar pihak pengusaha bisa memberikan solusi kepada kami selaku keluarga korban,” ucap Hariadi Nainggolan, yang merupakan anak Nahkoda KM. Mikhel.

Selama ini katanya lanjut menjelaskan, pihak pengusaha belum dapat memenuhi permintaan keluarga korban untuk membayar adat-istiadat yang telah mereka rampungkan sebelumnya.

“Kami berharap agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik. Karena kami hanya meminta bayar adat istiadat atau tali asih sebesar Rp20.000.000 per rumah tangga. Karena kami telah ditinggalkan kepala keluarga kami yang jumlahnya sebanyak 4 orang,” ungkapnya.

Baca Juga :   Pembagian Bantuan Dampak Virus Corona di Sibolga; Kepling Diduga Tebang Pilih

Menanggapi persoalan itu, pihak pengusaha mengaku hingga kini masih mencari solusi yang terbaik buat para keluarga korban.

Pihak Pengusaha masih meminta tenggang waktu beberapa hari kedepan, agar semua permintaan keluarga korban dapat dipenuhi.

“Saat ini kita masih mencari solusinya, jadi nanti akan ada pertemuan selanjutnya,” kata Anto Piliang, selaku perwakilan pengusaha kapal.

Ditimpali Jamil Zeb Tumori, wakil Ketua DPRD Sibolga, yang mendampingi keluarga korban untuk memperoleh keadilan mengatakan, mediasi antara kedua belah pihak akan digelar dikediamannya di jalan SM. Raja kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan.

Dia juga berharap permohonan keluarga korban dapat dipenuhi pihak pengusaha.

“Saat ini Kita masih mencari solusinya. Tadi pihak pengusaha masih meminta tenggang waktu, hingga tanggal 5 Juni. Pertemuan kedua nanti akan kita Gelar di rumah saya,” timpal Jamil.

Baca Juga :   DPRD Sibolga Bagikan Beras Kepada Terdampak Corona; Bantuan Dari Paguyupan Tionghoa dan HTT

Diketahui KM. Mikhel dinyatakan hilang, Senin (29/3/2021). Kapal naas tersebut mulai hilang kontak disekitar perairan antara Mursala dan Pulau Karang Barus.

Sebelumnya kapal mini tersebut berangkat dari tangkahan Bintang Jaya yang beralamat di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan dengan membawa 5 orang ABK termasuk Nahkoda Kapal.

Dari 5 ABK, 1 diantaranya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, yakni Tele Sihotang warga Pasir Bidang.

Sementara, 4 ABK lainnya yakni
Edison Nainggolan, Rudi Hartono Sianturi, Syamsul Panggabean, dan satu orang lagi bermarga Ginting hingga kini belum ditemukan. Dan pencarian pun telah ditutup oleh Basarnas sejak Rabu (7/4/2021). (ril)

  • Bagikan