Mantan Bupati Tapteng : Jangan Seenaknya Mengatasnamakan Masyarakat Untuk Kepentingan Pribadi

Mantan Bupati Tapteng : Jangan Seenaknya Mengatasnamakan Masyarakat Untuk Kepentingan Pribadi
Foto : Mantan Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Kantong Berita, PANDAN-Mantan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani mengingatkan oknum-oknum yang selalu mengatasnamakan masyarakat saat mengkritik dirinya ataupun pemerintah, agar memiliki rasa malu dan segera bertobat.

Katanya, kalau hanya berjumlah puluhan orang dalam menggelar aksi demo atau berkomentar di media sosial dan media online, baiknya tidak mengatasnamakan masyarakat Tapteng yang jumlahnya sekitar 350.000 jiwa.

“Saya ingatkan anda yang selalu mengatasnamakan masyarakat untuk membawa massanya menyampaikan tuntutan yang katanya atas nama masyarakat itu. Ingat, jumlah masyarakat Tapanuli Tengah itu lebih kurang 350.000 jiwa, dan yang datang melakukan demo hanya sekitar 40 sampai 50 orang. Pertanyaan saya, masyarakat mana yang anda wakili,” ketus Bakhtiar kepada sejumlah wartawan usai menggelar pertemuan dengan pengurus APDESI di kantor DPC NasDem Tapteng, Selasa (29/11/2022).

Putra kelahiran Barus ini bahkan ragu kalau oknum-oknum tersebut mampu mengumpulkan 5000 orang Tapteng untuk menggelar aksi demo.

“Janganlah mengatasnamakan masyarakat Tapteng. Kalau memang mau mengatasnamakan diri sendiri, silahkan, sampaikan atas nama pribadi, tetapi jangan mengatasnamakan masyarakat Tapanuli Tengah. Kalau memang mereka bisa membawa 5.000 saja massa untuk demo, saya akan sumbang air minum bahkan bila perlu saya kasih makannya sekalian,” ujar Bakhtiar.

Kadang, menurut Bakhtiar, dia malu melihat oknum-oknum yang kerap menghujatnya di media sosial, dengan mengatasnamakan masyarakat. Sementara, sebagai putra daerah Bakhtiar mengaku sangat kenal dengan latar belakang kehidupan oknum-oknum tersebut.

“Dulu kerjanya mengancam dan menakuti-nakuti kepala daerah. Ada yang minta-minta proyek dan lain sebagainyalah. Dan ketika saya jadi Bupati, itu tidak mempan semuanya. Jadi, janganlah sok-sok komentar di facebook, kalau memang berani, silahkan temui saya, saya akan layani. Silahkan apa maunya, mau diskusi, boleh, atau mau apa saja, saya siap,” tukasnya.

Polistisi muda ini juga menantang siapa saja yang tidak suka dengannya, untuk menunjukkan kesalahan yang dia perbuat.

“Apakah anda yang menghujat itu sudah tidak pernah melakukan kesalahan lagi. Jadi jangan banyak cakaplah, kalau memang berani buktikan, bawa massanya tidak usah sampai 10.000 orang, 5.000 orang saja itu sudah hebat. Apalagi sampai tiga hari tiga malam demonya, itu baru mantap, biar saya lihat,” kata Bakhtiar.

Disamping itu, Bakhtiar tidak menolak bila ada masyarakat yang mengritik dirinya. Namun katanya, kritik tersebut harus dibarengi dengan bukti agar tidak mengarah ke fitnah.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Tapteng tersebutpun tidak menampik banyak orang yang sakit hati kepadanya, dikarenakan kebijakan yang diambilnya sewaktu menjabat Bupati Tapanuli Tengah.

Salahsatunya, memberantas seluruh tempat-tempat maksiat, judi, dan juga narkoba.

“Barang tentu ada orang yang terganggu usaha atau pencahariannya sehingga mencari-cari celah untuk memfitnah. Ingat kawan, saya ini Bakhtiar Ahmad Sibarani, bukan Bakhtiar Sipenakut. Apapun akan saya lakukan demi kampung halaman saya tercinta ini. Bahkan nyawapun siap saya pertaruhkan untuk masyarakat Tapanuli Tengah yang saya cintai,” pungkasnya.

Bakhtiar menegaskan, apa yang dia sampaikan bukan untuk menyombongkan diri, melainkan agar oknum-oknum tersebut tidak seenaknya mengatasnamakan masyarakat Tapanuli Tengah untuk kepentingannya pribadi. (red)