Mie Instan Dalam Paket Sembako; Begini Kata Kadis Sosial Tapteng

Foto : Kadis Sosial Pemkab Tapanuli Tengah, Parulian Sojuangon Panggabean.

Kantong Berita, TAPTENG – Peserta Program Keluarga Harapan (PKH), E-Warung, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kini tidak lagi menerima bantuan sembako terkait dampak Covid-19 dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.

Bantuan yang terdampak Covid-19 kini hanya dialokasikan kepada warga kurang mampu di luar peserta PKH, E-Warung, dan BLT.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kadis Sosial Pemkab Tapanuli Tengah, Parulian Sojuangon Panggabean, pada Jumat (1/5).

“Benar, mereka telah menerima bantuan yang dana nya masuk secara otomatis ke rekening peserta. Jadi, keluarga yang menjadi sasaran penerima bantuan sosial terkait Covid-19 berada di luar kelompok PKH, E-Warung, dan BLT,” tegas Parulian.

Dia membantah klaim bahwa penyertaan Mie Instan merek Intermie dalam paket sembako merupakan upaya Pemerintah untuk mengurangi pengeluaran anggaran.

Penyediaan makanan instan tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan penyedia barang dan jasa untuk memenuhi permintaan Pemerintah, terutama karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di pabrik di Jakarta.

“Pabrik di Jakarta tidak dapat memenuhi permintaan kami dalam waktu satu minggu. Persediaan mereka terbatas. Hanya ada Intermie yang tersedia, dengan jumlah 42.948 paket dalam satu minggu,” jelasnya.

Menurut Parulian, tidak masalah merek makanan instan yang disalurkan, yang penting adalah membantu masyarakat.

Untuk mengalihkan kelebihan anggaran yang dialokasikan untuk makanan instan, Pemerintah berencana untuk menggunakan dana tersebut untuk membeli minyak goreng.

Saat ini, paket sembako yang disalurkan berisi beras 5 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 1 liter, dan mie instan 1 kardus. Total anggaran yang telah digunakan mencapai sekitar Rp4,9 miliar.

“Bantuan ini disalurkan oleh Pemkab Tapteng, mencapai 24.000 paket, tersebar di 10 kecamatan. Penyalurannya dilakukan langsung ke desa dan kelurahan,” tambahnya.

Selain itu, Parulian juga menyampaikan bahwa penyaluran bansos di seluruh kecamatan di Tapteng direncanakan akan terealisasi dalam waktu 4 hari.

“Semoga dapat disalurkan secepatnya,” ungkapnya. (fad/kb)