Pasien RSU FL Tobing Tolak Hasil Diagnosa Dokter yang Tidak Sesuai dengan Keluhan Sakit

Foto : Sabam saat masih dirawat di rumah sakit FL Tobing Sibolga.

Kantong Berita, SIBOLGA-Seorang pasien mengeluhkan pelayanan rumah sakit FL. Tobing. Pasalnya, keluhan penyakit yang disampaikan kepada dokter pada saat observasi tidak sesuai dengan laporan hasil pemeriksaan dokter.

Pasien bernama Sabam Hamonangan Napitupulu (39) tersebut sempat berdebat dengan petugas medis yang menyerahkan hasil pemeriksaan. Karena, sesuai pernyataan petugas medis, kondisinya baik-baik saja.

Sementara, hingga dirinya hendak keluar dari rumah sakit, Sabam masih mengeluhkan 3 gigi depan bagian bawahnya yang bergeser kedalam, akibat penganiayaan yang dilakukan oleh seseorang padanya.

Sabam kemudian meminta dokter jaga yang diketahui bernama dr. Henni tersebut untuk membacakan lagi hasil pemeriksaan dokter secara utuh. Dan ternyata, sakit pada bagian gigi yang dia keluhkan tidak tertera pada hasil observasi dan pemeriksaan dokter spesialis.

Mengetahui hal itu, Sabampun menolak menerima hasil laporan diagnosa dokter tersebut dan meminta agar dirinya diperiksa ulang dan dibuatkan laporan medis baru sesuai keluhan sakitnya.

“Saya masuk sekitar jam 2 subuh tadi. Waktu di IGD saya sudah katakan ke dokternya, 3 gigi saya bergeser masuk kedalam, sehingga rahang saya susah dan sakit kalau digerakkan. Sementara tadi, hasil yang dibacakan, tidak ada tentang gigi saya. Mereka bilang semua baik-baik saja,” kata Sabam saat ditemui di Ruang Rafflesia, Jumat (30/6/2023) sore.

Akibat kejadian tersebut, Sabampun ragu dengan obat yang disuntikkan dokter padanya.

“Yang sakit gigi, tapi hasil pemeriksaan, bagian lain. Jadi, obat apa yang mereka suntikkan ke saya tadi,” keluhnya.

Ditambah lagi, menurut keterangan petugas medis padanya, dokter yang datang memeriksa ke ruangan merupakan dokter spesialis bedah, bukan spesialis gigi.

Meski demikian, Sabam berharap, tidak ada efek samping yang membahayakan dari obat yang telah disuntikkan padanya.

“Mudah-mudahan gak terjadi apa-apa. Karena, hasil opservasi nya saja sudah gak sesuai,” kata Sabam.

Dari keterangan dr. Henni diketahui bahwa dirinyalah yang menangani Sabam saat pertama kali masuk rumah sakit, hingga membuat laporan hasil observasi penyakitnya.

Sedangkan dokter kunjungan atau visit ke ruangan katanya merupakan dokter spesialis bedah, bukan spesialis gigi.

Atas keluhan Sabam tersebut, dr. Henni kemudian melakukan pemeriksaan ulang dengan menghadirkan dokter spesialis gigi dan berjanji akan membuat laporan medis baru. (red)