Pembeli Ganja Itu Ternyata Polisi; Warga Pasir Bidang Kembali Meringkuk

  • Bagikan

Kantong Berita, SIBOLGA-Satuan Reserse Narkoba Polres Sibolga kembali berhasil menangkap seorang pengedar Narkoba dari daerah Pasir Bidang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (15/7).

Kali ini, petugas mengamankan barang bukti dari tangan pria berinisial HM (29) berupa 1 paket ganja kering seberat 44,6 gram.

Menurut Polisi, HM dapat ditangkap setelah menurunkan seorang personil yang menyamar sebagai pembeli.

“Datang seorang laki-laki (petugas) yang tidak dikenal mengatakan, bang ada tahu yang jual ganja. HM menjawab, ada sinilah biar kubelikan. Orang itu memberi uang Rp290 ribu. HM pergi ke lorong X, membeli ganja dari langganannya seharga Rp250 ribu. HM kemudian menyerahkan 1 bungkus ganja yang dibungkus kertas warna coklat didalam plastik warna hijau. Saat itulah, pembeli dan temannya langsung mengamankan HM dan membawanya ke Polres Sibolga,” terang Kapolres Sibolga AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin dalam keterangan persnya, Jumat (24/7).

Baca Juga :   Ditagih Uang Sewa, Pria Ini Pukulkan Gelas ke Kepala Induk Semangnya

Kepada petugas, pria warga jalan Perjuangan Lorong XI, Lingkungan VII Kelurahan Pasir Bidang tersebut mengaku sudah sering beli ganja dari langganannya tersebut, yang identitasnya telah dikantongi oleh pihak Kepolisian.

Menurut Nelayan ini juga, ganja yang dia beli hanya untuk di konsumsi sendiri.

Baca Juga :   Jurtul Togel di Tapteng Ditangkap Sedang Asyik Nulis Nomor Pasangan

“Terakhir dia beli ganja awal Juli dan sudah habis dikonsumsi saat pergi melaut,” ungkapnya.

Dari data Kepolisian, HM sebelumnya pernah dihukum pada tahun 2007 dalam kasus pencurian di Lapas Tukka selama 6 bulan.

Setelah menjalani pemeriksaan, HM kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di RTP Polres Sibolga.

Karena telah melakukan tindak pidana Narkotika sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (1) Subsider pasal 111 ayat (1) dari Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika, tersangka diancam hukuman diatas 5 tahun. (ril/jul/kb)

  • Bagikan