Pembunuhan di Desa Mela II Dilatarbelakangi Sakit Hati

  • Bagikan

Kantong Berita, TAPTENG-Dari hasil pemeriksaan Polisi, pembunuhan warga Desa Mela II, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah tersebut dilatarbelakangi sakit hati.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap terduga pelaku, AJT (24) warga Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga ini, motifnya adalah sakit hati,” kata Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifianto, dalam keterangan persnya bersama sejumlah Perwira Polres Tapteng di Mapolres Tapteng, Rabu (23/12) sore.

Nicolas mengatakan, rasa sakit hati itu telah dipendam terduga pelaku kepada korban sebulan sebelum peristiwa pembunuhan terjadi.

Sebelum melakukan pembunuhan, terduga pelaku terlebih dahulu memesan sebotol Tuak Masak atau Miras.

“Setelah itu, terduga pelaku meminum miras tersebut. Kemudian terduga pelaku menunggu kelengahan korban sambil berpura pura mengerjakan sesuatu. Saat melihat korban dalam posisi lengah, terduga pelaku lalu mengambil posisi dibelakang korban lalu melakukan pembacokan ke kepala korban. Kemudian terduga pelaku memastikan kondisi korban sudah meninggal,” ungkap Nicolas.

Baca Juga :   Di Sibolga, Kurir Sabu Tertangkap; Sempat Buang Barang Bukti

AJT dihadapan sejumlah awak media, juga membenarkan hal tersebut.

“Ya benar Pak, saya sakit hati kepada dia (Korban). Awalnya satu bulan lalu dan baru melakukannya hari itu,” jawab AJT.

Namun, AJT tidak menceritakan secara detail apa sakit hati nya tersebut kepada korban sehingga dia harus menghilangkan nyawa korban yang tak lain adalah teman satu kerjanya tersebut.

Sementara peristiwa pembunuhan yang dilakukan AJT terhadap teman satu kerjanya itu berlangsung pada Jumat (18/12) lalu di areal sebuah pembangunan rumah di Kampung Baru, Desa Mela II, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng.

Teman yang menjadi korban AJT itu adalah O’o Zisokhi Lahagu (38) warga Dusun IV, Desa Mela, Kecamatan Tapian Nauli.

Tim Inafis Polres Tapteng dan Polsek Kolang yang datang ke lokasi kejadian saat itu langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan detail penyebab kematian korban. Hasilnya saat itu, korban diduga meninggal akibat penganiayaan (kekerasan).

Baca Juga :   Tahanan Polres Tapteng Lepas Rindu dengan Keluarga Lewat Video Call

Terduga pelaku AJT ini berhasil ditangkap di areal Kebun Sawit ,ilik Perusahaan RMA di Desa Sikara-Kara II, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Senin (31/12) dini hari.

Ketika ditangkap, terduga pelaku AJT sama sekali tidak melakukan perlawanan dan kooperatif. Bahkan terduga pelaku AJT juga mengakui kejadian kronologis pembunuhan tersebut serta barang bukti (Barbut) seperti parang yang digunakannya untuk menghabisi nyawa korban serta barang bukti lainnya seperti tuak masak (Miras) dan sandal.

AJT harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia diancam pasal 340 subsider 338 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. (ril/jul/kb)

  • Bagikan