Pengedar Ini Ditangkap Saat Sedang Asyik Hisap Ganja

  • Bagikan

Kantong Berita, TAPTENG-Polsek Barus berhasil menangkap seorang pria yang diduga sebagai pengedar ganja, Senin (11/5) sekira pukul 00.30 WIB.

Dari tangan warga Desa Kampung Solok, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara berinisial MAAR (22) tersebut, Polisi berhasil menyita barang bukti berupa daun ganja sebanyak 14 ampul, dengan berat 10 gram.

Menurut keterangan Kapolres Tapteng AKBP Sukamat melalui Paur Subbag Humas Ipda JS Sinurat, MAAR ditangkap dari sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak di Kelurahan Padang Masiang.

Saat ditangkap MAAR sedang asyik mengisap ganja.

“Personil Polsek Barus mendapatkan onformasi dari masyarakat bahwa ada seorang pria sedang menghisap ganja di Taman Kanak-kanak. Lalu personil terjun ke lapangan. Sesampainya didepan TK, melihat ada seorang laki-laki persis sesuai dengan ciri-ciri yang di informasikan masyarakat. Lalu personil menangkapnya,” kata JS Sinurat, Kamis (14/5).

Baca Juga :   Peduli Dampak Covid-19, Polres Tapteng Bagikan Sembako Kepada Wartawan

Dari hasil penggeledahan ditemukan sebuah kertas koran yang didalamnya terdapat 2 ampul Ganja.

Kemudian, 2 batang rokok, 1 bungkus kertas tiktak, sebuah Korek Gas serta ranting-ranting batang Ganja.

Tak hanya itu, dari hasil introgasi, MAAR mengaku kepada Polisi kalau di rumahnya juga masih ada barang bukti Ganja lainnya.

“Personil Polsek Barus mendatangi rumah MAAR. Sesampainya disana, didalam kamar rumahnya, ditemukan sebuah tas warna hitam didalamnya terdapat 12 ampul ganja dan 1 unit HP merek Realmi C warna Biru,” ungkapnya.

Baca Juga :   Larangan Mudik dan Berwisata, Jalur Masuk Tapteng Ditutup

Polisi kemudian menyita semua barang bukti dan membawanya ke Polsek Barus.

Menurut pengakuan tersangka lagi, Ganja tersebut diperolehnya dari Medan.

“Ganja tersebut rencananya akan dijual kembali kepada orang lain dengan harga Rp10.000 Per ampulnya,” terang JS Sinurat.

Setelah menjalani pemeriksaan, MAAR akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Kepadanya dikenakan pasal 114 ayat (1) Subsider pasal 111 ayat (1) dari UU RI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika.

Dengan ancaman penjara minimal 4 tahun dan paling lama 12 tahun. (red/kb)

  • Bagikan