banner 728x250

Penyebar Informasi Hoax Pembelian Kaos BADAR Akhirnya Minta Maaf Kepada Bupati Tapteng dan Kadis Pendidikan

Foto : Densia Hutabarat (Batuk bunga) diapit Sekdakab Tapteng, Kadis Pendidikan dan Sekretaris Dinas Pendidikan Tapteng.

Kantong Berita, TAPTENG-Pelaku penyebaran informasi hoax tentang pengutipan dengan mengatasnamakan uang pembelian kaos BADAR (Jargon pasangan Bakhtiar-Darwin) akhirnya terungkap. Pelakunya, seorang Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kolang, Dencia Hutabarat, S.Pd.

Dencia kemudian meminta maaf kepada Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Boy Rahman Hasibuan karena telah mencemarkan nama baik keduanya.

Menurut Dencia, kejadian tersebut merupakan kekhilafan dirinya yang tidak mengecek terlebih dahulu kebenaran informasi yang diterima dari seseorang yang belum dikenal dan langsung menyebarkannya ke grup Kepala Sekolah se-Tapteng.

“Saya atas nama Dencia Hutabarat, Kepala Sekolah SMPN 1 Kolang, menyampaikan permohonan maaf saya kepada Bupati Tapanuli Tengah, Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani, juga kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan Tapteng, atas kekeliruan saya menyampaikan informasi terkait penjualan kaos BADAR kepada para Kepala Sekolah, ASN, Guru, dan PPPK sehingga mencemarkan nama baik beliau,” kata Dencia dengan berurai air mata di kantor Bupati Tapanuli Tengah, Kamis (28/4/2022).

Sekilas Densia menceritakan kronologis kejadian bermula saat seseorang yang mengaku sebagai Kepala Dinas Pendidikan Tapteng menelponnya pada malam hari.

Oknum tersebut memintanya untuk menginformasikan kepada para kepala sekolah, guru, honor, PNS, PPPK untuk membeli baju BADAR dengan mengirimkan ukuran baju masing-masing.

Tanpa fikir panjang, Densia langsung menyebarkan informasi tersebut ke grup kepala sekolah sesuai dengan perintah yang diterimanya.

“Setelah menshare informasi itu, Bapak Kepala Dinas Pendidikan Tapteng (asli) menelepon saya dan mengatakan bahwa dia tidak pernah memerintahkan menjual kaos BADAR dan meminta ukuran baju. Saya pun terkejut dan langsung memeriksa nomor telepon yang masuk. Ternyata berbeda dengan nomor yang masuk sebelumnya. Di situlah kecerobohan saya yang langsung menshare informasi itu tanpa terlebih dahulu konfirmasi ke Dinas Pendidikan atau kepada Bapak Kepala Dinas. Sehingga informasi yang saya kirim itu jadi tersebar luas dan viral, yang mengakibatkan nama Bapak Bupati dan pak Kadis tercemar,” ungkapnya dengan wajah lesu.

Atas pengakuan Kepala SMPN 1 Kolang tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah, Boy Rahman Hasibuan, SIP, M.AP menegaskan kembali, bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan kepala sekolah untuk menjual atau membeli kaos BADAR.

Bahkan Boy mengaku tidak menyimpan nomor Kepala SMPN 1 Kolang.

“Demi Allah saya bersumpah, saya tidak ada menyimpan nomor Ibu Dencia ini. Barulah setelah informasi yang dibagikan Ibu Dencia Hutabarat viral, saya mencari nomor beliau. Makanya saya berani memastikan bahwa perintah untuk menjual kaos BADAR itu kepada para kepala sekolah, guru, honor, dan PPPK adalah bohong! Dan Ibu Dencia mengakui bahwa berbeda nomor handphone yang menghubungi beliau dengan nomor saya,” kata Boy Rahman.

Selain kasus Dencia Hutabarat, Boy mengaku ada beberapa Kepala Sekolah yang juga dimintai uang dengan mengatasnamakan dirinya.

“Ada beberapa Kepala Sekolah yang mengadu ke saya, bahwa ada yang menelepon mereka meminta uang mengatasnamakan saya. Dan uang yang diminta itu didesak untuk segera ditransfer ke rekeningnya. Dan itu saya pastikan tidak benar! Saya tidak pernah meminta uang atau menyuruh orang melakukan itu kepada kepala sekolah. Demikian juga tudingan yang katanya saya memotong THR, itu juga tidak benar. Ini semua sedang kami selidiki, dan jika bukti kuat sudah kami dapat, pasti kami akan bertindak,” tegasnya.

Boy meminta kepada para Kepala Sekolah, Guru PNS dan Honorer serta PPPK, untuk tidak percaya jika ada yang mengatasnamakan Bupati dan Dinas Pendidikan Tapteng, meminta uang dan lain sebagainya.

“Saya mengimbau Bapak Ibu para Kepala Sekolah, Guru, Honor dan PPPK jangan meladeni jika ada yang meminta uang mengatasnamakan Bapak Bupati dan Dinas Pendidikan. Kepada pelaku, entah siapapun kalian itu, bertobatlah. Jangan kalian ciptakan situasi gaduh dan memecah belah kami para ASN dan guru-guru di Tapteng ini dengan modus seperti itu. Karena kami tidak pernah melakukan itu, apalagi sampai menjelek-jelekkan pimpinan kami Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati,” tegas Boy.

Menurutnya, telah terjadi penggiringan opini ke ranah politik. Padahal pelaksanaan Pemilu tahun 2024 masih jauh.

“Jadi, siapapun kalian, atau mau mencalon Bupatikah anda, atau menjagokan calon Bupatikah, jangan sesekali memecah belah kami di lingkungan ASN, khususnya di Dinas Pendidikan, dengan menjelek-jelekkan kami dan pimpinan kami demi kepentingan pribadi anda atau kepentingan orang yang anda dukung di Pilkada 2024 nanti. Kami anak Tapteng, tetap solid,” tegasnya.

Senada juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Tapanuli Tengah, Yetty Sembiring yang menegaskan, bahwa Bupati Tapanuli Tengah tidak pernah menginstruksikan pembelian baju BADAR.

“Melalui kesempatan ini kami ingatkan semua ASN baik itu PNS maupun honorer atau PPPK, jangan mau dipecah belah oknum atau siapa pun itu yang mengambil kesempatan pada situasi sekarang. Karena Bapak Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani tidak pernah memerintahkan hal tersebut. Saya ingatkan kembali kepada seluruh PNS maupun honorer, agar menjaga kekondusifan Tapanuli Tengah, dan jangan mau dipecah belah siapapun,” imbuhnya. (red)