banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Sidang Sengketa Konsumen Janda VS PLN Sibolga Diundur; Belum Ada Berkas yang Diserahkan

  • Bagikan
Foto : Kantor BPSK Sibolga.

Kantong Berita, SIBOLGA-Sidang sengketa konsumen antara seorang janda dengan PT. PLN cabang Sibolga diundur hingga, Kamis (15/7).

Hal tersebut dikatakan Yennimar Simatupang, janda yang melaporkan PT. PLN cabang Sibolga ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) usai menerima surat undangan sidang dari Sekretariat BPSK Sibolga.

“Harusnya kan sidangnya hari ini. Tadi saya ke kantor BPSK, orang sekretariat memberi saya surat jadwal sidang terbaru. Katanya sidang diundur jadi Kamis (15/7),” kata Yennimar didampingi anak ke 3 nya, yang rencananya akan menjadi saksi pada sidang lanjutan, ditemui di depan kantor BPSK.

Senada juga disampaikan Kartika Syahputra, Wakil Ketua BPSK, yang membenarkan pengunduran jadwal sidang tersebut.

Ditanya mengenai alasan pengunduran jadwal, menurut Kartika karena pihak PT. PLN cabang Sibolga hingga kini belum menyerahkan berkas yang diminta Majelis pada sidang pertama.

Baca Juga :   2 Pria Diamankan dari Kampung Solok; Disita 2 Paket Sabu-sabu

Sebelumnya, pada sidang pertama, Kamis (8/7) BPSK meminta pihak PLN untuk menghadirkan petugas P2TL yang mengeksekusi Meteran listrik Yennimar.

PLN juga diharuskan menyerahkan dokumentasi pembongkaran meteran, SK P2TL dan sertifikat/kompetensi petugas, SK PPNS atau dari Kepolisian yang ditugaskan sebagai pendamping.

“Apa yang mau kita sidang kan. Sampai sekarang pihak PLN belum menyerahkan berkas yang kita minta ke BPSK,” ungkap Kartika.

Bila sampai jadwal sidang, pihak PT. PLN cabang Sibolga tidak menyerahkan berkas yang dimaksud, BPSK akan memutuskan hasil sidang sengketa tersebut.

“Kalau gak ada bukti yang mereka serahkan, berarti sudah bisa kita simpulkan. Tinggal kita putuskan aja,” pungkasnya.

Baca Juga :   Harga BBM Nelayan di Sibolga Lebih Mahal; LPKSM Sesalkan Ketertutupan TBBM Sibolga

Belum diperoleh keterangan dari pihak PT. PLN cabang Sibolga terkait alasan belum menyerahkan berkas yang diminta BPSK.

Saat dicoba mengonfirmasi Menager PT. PLN cabang Sibolga, Satpam yang bertugas di pos jaga mengarahkan Wartawan untuk menghubungi Khairul, Supervisor Pengawas P2TL.

Namun, saat dicoba menghubungi nomor ponselnya, Khairul tidak menjawab pesan singkat yang dilayangkan via SMS.

Sebelumnya, Yennimar memutuskan melaporkan pihak PLN Sibolga ke BPSK setelah petugas P2TL membongkar meteran listrik rumahnya tanpa sepengetahuannya.

Janda beranak 3 tersebut juga kecewa dengan sikap PLN yang menuduhnya sebagai ‘pencuri’ arus, tanpa bukti yang akurat. (rif)

  • Bagikan