banner 728x250

Tegur Anak Remaja Main Petasan, Rumah dan Mobil Parulian Sihotang Dirusak OTK

Foto : Pertemuan yang digelar warga di kantor Lurah Sibolga Ilir bersama Camat, Lurah, Kasatpol PP dan Bhabinkamtibmas.

Kantong Berita, SIBOLGA-Warga Kelurahan Sibolga Ilir, Kota Sibolga merasa kecewa terhadap pertemuan yang diadakan oleh pihak Kelurahan Sibolga Ilir, yang membahas seputar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dilingkungan tersebut, Rabu (5/1/2022).

Pasalnya, tidak ada solusi yang diberikan oleh Camat, Lurah maupun Kasatpol PP yang hadir pada pertemuan tersebut.

Adapun keluhan masyarakat seputar Kamtibmas yang disampaikan pada pertemuan tersebut diantaranya, mengenai pemberlakuan batas kegiatan diluar rumah pada malam hari.

Kemudian, penggunaan petasan serta pengrusakan rumah dan mobil milik salah seorang warga bernama Parulian Sihotang.

“Saya sebagai warga mengeluhkan kejadian yang menimpa saya. Niat saya baik menegur anak-anak remaja yang membuat keributan didepan rumah saya, maupun didepan rumah tetangga. Mereka juga sering kumpul-kumpul, cakap-cakap kotor dan lalu terjadi tawuran, mulai dari simpang Gereja Katolik sampai ke simpang sekolah Min. Mereka juga meledakkan petasan berkali-kali didepan rumah, samping dan didepan mobil. saya tegur mereka malah saya dikata-katai dan diejek mereka,” kata Parulian mengeluhkan kejadian yang menimpanya kepada Camat, Lurah dan Kasatpol PP.

Akibat dari teguran tersebut, rumah dan mobil Parulian pun dirusak oleh Orang yang Tak Dikenal (OTK). Dan kejadian tersebut pun telah dilaporkan ke pihak Kepolisian.

“Setelah saya cari tau, di hadapan polisi dan warga lainnya, ternyata pelakunya saya duga adalah mereka yang saya tegur sebelumnya. Jadi bu lurah saya memohon agar kita bisa meningkatkan Kamtibmas dilingkungan kita ini, agar warga merasa aman dan nyaman,” ungkapnya.

Kristina Buulolo, warga lainnya juga mengungkapkan keresahannya akibat letusan petasan disekitar rumahnya.

“Saya bu, yang sudah menjelang lansia, merasa terganggu, hampir setiap malam ada bunyi petasan, sepanjang mulai 6 Desember. Mulai masuk tanggal 6, langsung ada bunyi petasan hampir setiap malam. Beberapa kali saya ingatkan anak anak, rupanya beberapa saat kemudian bunyi lagi petasan,” kata Kristina.

Bahkan kata Kristina lanjut menyalakan, saat mereka sedang beribadah di Gereja, bunyi letusan petasan seakan tidak memandang orang disekitarnya.

“Di Gereja kami, saat kami melakukan ibadah, dibunyikan kembali petasan juga. Loh, ini sudah keterlaluan ini, anehnya sebagai seorang pendidik, saya jadi merasa sedih melihat orang tua anak-anak yang membunyikan petasan itu. Mereka tahu anak-anak mereka yang membunyikan petasan, seperti ada pembiaran. Apa sih fungsi mereka sebagai orang tua, apa salahnya mereka menegur anak-anak mereka, karena kita lagi ibadah. Saya tahu ini suasana tahun baru, tapi pada saat kita ibadah, bunyi lagi petasan itu dan bukan hanya sekali tapi berkali-kali, sedih sekali bu, sedih kita sebagai sesama umat nasrani. Jam 2 malam juga bunyi lagi petasan,” ungkapnya.

Selain itu, Kristina juga mengungkapkan adanya oknum yang sengaja merusak rumahnya dengan cara mencongkel.

“Ada juga yang mencongkel-congkel rumah kami. Jadi bu kami sudah sangat tidak merasa nyaman, jadi bu harapan kami agar diperkuat kembali situasi Kamtibmas dilingkungan kami,” imbuhnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh salah seorang warga lainnya, H. Situmeang, yang mengaku rumahnya bersampingan dengan warung tempat anak-anak nongkrong.

“Dilingkungan rumah saya, musik dengan suara besar mau sampai jam 00.00 tengah malam lewat. Yang dilakukan oleh anak-anak remaja yang masih berstatus pelajar. Kalau kita larang dan menasehati mereka, yang datang terbalik, jadi cakap kotor sama saya, lalu saya biarkan,” terang Situmeang.

Namun, yang membuatnya sedih, melihat orangtuanya yang sudah renta harus merasakan kebisingan itu setiap malam.

“Dan yang lebih kasihan lagi di rumah saya ada orang tua yang sudah lanjut usia yang sudah sakit-sakit dan tidak bisa lagi keluar rumah. Jadi itu yang membuat kami sangat tidak kondusif,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Kasatpol PP Kota Sibolga Faisal Lubis pada pertemuan tersebut meminta Camat dan Lurah agar segera mengaktifkan Pos Kamling.

“Saya meminta kepada lurah dan camat untuk mengaktifkan pos kamling di 6 lingkungan yang ada di kelurahan Sibolga Ilir dan saya berjanji, selama saya masih memangku jabatan sebagai Kasatpol PP Kota Sibolga, saya akan membantu untuk puding petugas siskamling berupa gula 10 kg dan kacang hijau 10 kg,” kata Faisal.

Pihak Kepolisian yang turut hadir pada pertemuan tersebut juga menyarankan Camat dan Lurah untuk melakukan pendekatan terhadap masyarakat sekitar, untuk selalu menjaga Kamtibmas.

Usai pertemuan, Lurah Sibolga Hilir, Linda Simamora dalam keterangan persnya mengaku telah menindaklanjuti laporan masyarakat yang disampaikan sejak, 30 Desember 2021.

“Masyarakat yang kami jumpai tetap menyampaikan kepada kami, akan dilaksanakan,” ungkap Linda sembari mengatakan akan kembali menindaklanjuti keluhan masyarakat yang disampaikan pada pertemuan tersebut.

Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Sibolga Utara, Bhabinkamtibmas dan Kasi Trantib Kelurahan Sibolga Ilir. (rif)