Uluran Tangan Rivai Sibarani Terhadap Bencana Barus

Uluran Tangan Rivai Sibarani Terhadap Bencana Barus
Foto : Posko dapur umum di desa Siharbangan yang didirikan oleh Ahmad Rivai Sibarani, Ketua Komisi A DPRD Tapteng.

Kantong Berita, TAPTENG-Bencana longsor yang terjadi di Desa Siharbangan, Kecamatan Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (11/11/2022) sore lalu menelan korban jiwa, seorang wanita dengan 2 anaknya.

Para korban tertimbun longsor saat berada di rumahnya, di kompleks SDN Aek Dakka 2.

Proses evakuasi jenazah saat kejadian sempat terkendala, karena alat yang digunakan warga untuk mengais tanah longsoran tidak memadai.

Warga sempat panik, karena saat itu belum ada bantuan alat berat yang datang hingga malam.

Menurut Kepala Desa Siharbangan, Pamilian Tarihoran, orang yang pertama memberikan perhatian besar terhadap kejadian naas tersebut adalah Ahmad Rivai Sibarani, anggota DPRD Tapteng.

Dikisahkan Pamilian, saat kejadian dirinya baru saja tiba di Medan. Namun oleh Rivai, dirinya dipaksa untuk segera pulang ke Barus membantu penanganan bencana tersebut.

Tak cuma sekedar perintah, Rivai yang juga saat itu sedang berada di luar kota langsung bereaksi dengan menurunkan 1 unit alat berat untuk proses evakuasi ketiga korban.

“Gimana lah kami mau mengevakuasi, mana bisa dengan tenaga manusia, harus pakai alat berat. Saya lapor ke pak Rivai, langsung diturunkan 1 alat berat, langsung dikerjakan dan jenazahpun bisa dievakuasi,” kata Pamilian mengawali ceritanya.

Ditemui di posko dapur umum Desa Siharbangan, Senin (14/11/2022) malam, Pamilian yang saat itu sedang mengurus segala keperluan para korban bencana bersama Camat Barus Utara Romulus Simanullang, dari mulai makanan hingga obat-obatan mengaku kalau dapur umum tersebut juga berdiri karena uluran tangan Rivai.

“Semua biaya dapur umum ini dari pak Rivai. Malam itu, bapak itu langsung mentransfer uang ke saya untuk membeli nasi 500 bungkus dan pop mie 200. Kemudian, masih sisa Rp5 juta lagi untuk belanja keperluan dapur lainnya,” ungkapnya.

Tak sampai disitu, usai proses evakuasi korban lanjut Pamilian, warga masih kesulitan untuk membersihan lokasi longsor. Karena alat berat yang ada tidak memadai.

Tak butuh waktu yang lama setelah Pamilian memberitahu Rivai, sebuah alat berat kembali datang, sehingga proses pembersihan lokasi longsor cepat ditangani.

“Jadi 2 alat berat yang didatangkan pak Rivai. Sama biaya minyak alat beratpun dari pak Rivai. Itu perhatian beliau ke bencana ini, dan itu gak bisa kita pungkiri,” tukas Pamilian.

Bahkan masih kata Pamilian, sepulangnya dari luar kota, Ketua Komisi A DPRD Tapteng tersebut langsung ke lokasi longsor, memastikan segala kebutuhan para korban telah terpenuhi.

“Baru pulang, langsung kesini. Apa saja yang kurang langsung dipenuhi. Beliau mau semua penanganan bencana ini baik,” kata Pamilian.

Amatan di posko dapur umum Desa Siharbangan, tampak personil TAGANA masih berjibaku melayani kebutuhan para korban bencana. Begitu juga para petugas medis, telah siaga dengan peralatan serta obat-obatan. (red)