Viral Sederetan Mobil Tangki Solar di Dermaga Pelabuhan | SAR Pertamina Tidak Menjawab

Foto : Tangkapan layar video viral, tampak sederetan mobil tangki parkir di dermaga Pelabuhan ASP Sibolga, yang diduga hendak menyeberang ke Pulau Nias.

kantongberita.com, SIBOLGA | Sebuah video sederetan mobil tangki BBM jenis Solar di dermaga Pelabuhan ASP Sibolga viral di media sosial Facebook.

Salah seorang pemilik akun Hotma Purba yang membagikan video tersebut pada Rabu (19/6/2024), menyoroti 4 unit mobil tangki bercorak putih biru, yang diketahui sebagai angkutan BBM Non Subsidi di dermaga Pelabuhan ASP Sibolga.

Menariknya, pria yang diketahui sebagai anggota sebuah lembaga swadaya masyarakat ini menyoroti hingga nomor plat dan tulisan yang terdapat pada mobil tangki tersebut.

Tampak jelas dalam video tersebut, selain tulisan Pertamina, pada salah satu mobil tangki juga tertulis nama sebuah perusahaan bernama PT. Citra Bintang Familindo.

Belum diketahui tujuan Hotma Purba mengabadikan mobil-mobil tangki tersebut. Karena, dalam postingannya, Hotma Purba tidak menyertakan penjelasan, baik dengan tulisan maupun dalam kata-kata.

Namun di video lainnya yang di upload oleh pemilik akun bernama Budi Ismail Panjaitan, tampak Hotma Purba bersama 3 rekannya terlibat cekcok atau adu mulut dengan seorang pria botak berkemaja hitam terkait mobil tangki tersebut, di areal ruang tunggu penumpang Pelabuhan ASP.

Terdengar salah seorang rekan Hotma Purba, yang mengenakan kaos hitam menyebutkan kalau mereka tidak pernah mengatakan kalau mobil tersebut ilegal.

“Bukannya ada yang menyebutkan mobil itu ilegal,” katanya berbicara kepada seorang rekannya yang mengenakan baju batik.

Sementara, hingga berita ini diterbitkan belum diperoleh keterangan dari pihak Pertamina terkait kejelasan status mobil tangki pengangkut Solar asal Medan dengan tujuan Nias tersebut, apakah legal atau ilegal.

SBM I Sales Areal Retail (SAR) PT. Pertamina Patra Niaga Sibolga, Hadyan yang dicoba dikonfirmasi via telepon selularnya, tidak menjawab.

Meski demikian, wartawan akan tetap berupaya untuk memperoleh keterangan dari pihak Pertamina sebagai perimbangan berita. (red)