Viral Video Diduga Kepling di Sibolga Arahkan Warga Pilih Caleg Adik Wali Kota

Foto : Tangkapan layar video viral di Tiktok seorang pria diduga Kepling di Sibolga Arahkan warga pilih caleg yang disebut-sebut merupakan adik Wali Kota Sibolga.

kantongberita.com, SIBOLGA | Seorang Kepala Lingkungan di Sibolga Viral di Media Sosial Tiktok sedang merekrut warganya untuk memilih salah seorang Caleg dari Partai Golkar pada Pileg 14 Februari 2024 nanti.

Dari video, terdengar Kepling berinisial APD tersebut menyebut nama Surhaina Pohan.

Salahsatu akun Tiktok @jangan.tiarap menyebut kalau Surhaina merupakan adik kandung Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan.

Pemilik akun juga mendesak Bawaslu untuk bertindak terhadap pelanggaran Pemilu tersebut.

Pada video tersebut, tampak Kepling APD sedang duduk bersila diatas kursi, berhadapan dengan 2 orang warga, seorang pria dan seorang lagi wanita.

APD kemudian mengajari keduanya cara mencoblos dengan menggunakan alat peraga yang sudah disediakan.

Terpisah, Sio Bangun Marganda Sinaga, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sibolga ketika dimintai tanggapan perihal video viral tersebut menyebut kalau dirinya belum mengetahui adanya video tersebut.

Dia juga mengaku belum dapat memastikan kalau pria berkaca mata dalam video tersebut benar merupakan Kepling di Kota Sibolga.

“Kalau memang benar itu adanya silahkan buat laporan kepada Bawaslu biar kita telusuri dan kita tindak lanjuti. Karena Bawaslu itu tidak bisa menolak laporan,” kata Sio Bangun.

Terkait dugaan pidana Pemilu yang dilanggar oknum Kepling tersebut, Sio Bangun akan mencoba mempelajari video tersebut.

“Kita lihat dulu isi materinya, kita lihat dulu apanya kesalahan formil materinya baru kita pastikan, apakah dia netralitas, apakah dia masuk ke pidana. Itu proses yang nanti dilakukan. Tapi untuk sementara ini kita belum melihat secata resmi videonya dan juga kita belum mendengar secara resmi isi dari materi dalam video itu,” tukasnya sembari mengimbau masyarakat untuk tidak takut melapor ke Bawaslu, bila menemukan adanya dugaan pelanggaran Pemilu. (red)