banner 728x250

Warga Kota Beringin Protes, yang Tidak Vaksin Dapat Bantuan Kementerian Sosial

Foto : Infus Unedo Hutapea.

Kantong Berita, SIBOLGA-Warga Kelurahan Kota Beringin, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, Sumatera Utara ricuh akibat pembagian bantuan yang berasal dari Menterian Sosial RI. Pasalnya, banyak diantara penerima yang belum pernah di vaksin.

Sementara menurut warga, Pemerintah telah menetapkan aturan tidak akan memberikan bantuan kepada warga yang belum di vaksin, sesuai Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 14 Tahun 2021 Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Bantuan di Kota Beringin tidak tepat sasaran. Ada orang yang tidak di vaksin 1, 2 dan 3 dapat bantuan dari Kementerian Sosial. Ada kurang lebih 8 orang. Sementara, Pemerintah lagi getol-getolnya harus vaksin masyarakat ini. Kenapa mereka bisa lolos, dapatan,” kata Infus Unedo Hutapea, salah seorang warga Kota Beringin yang protes.

Warga mencurigai seorang oknum honorer Kementerian Sosial ‘bermain mata’ dengan warga penerima bantuan.

“Pegawai honor Kementerian sosial yang tinggal di Kota Beringin ini diduga ada ‘main mata’ dengan mereka yang tidak di vaksin ini, supaya bisa dapat bantuan,” ungkap pria berambut gondrong ini dengan wajah kesal.

Oleh karena itu, warga meminta pihak Kementerian Sosial untuk menarik kembali semua bantuan yang telah disalurkan kepada warga yang tidak vaksin.

“Saya minta supaya ditarik semua bantuan itu. Karena ini kecemburuan sosial bagi masyarakat, khususnya yang ada di Kota Beringin ini. Kenapa mereka yang di vaksin tidak mendapat (bantuan), sedangkan mereka yang tidak di vaksin bisa mendapat. Saya minta tegas kepada pihak Kelurahan, Kementerian Sosial terutama Pemko Sibolga dan Kepolisian,” ketusnya.

Karena tidak menerima proses pembagian bantuan tersebut, warga berencana akan berbondong-bondong mendatangi kantor Lurah Kota Beringin untuk menyampaikan protesnya.

“Masyarakat ribut, mungkin dalam waktu dekat akan ramai-ramai menyerbu kantor lurah” pungkasnya. (red)