Warga Tapteng Ditangkap Densus 88 Antiteror Terkait Terorisme

Foto : Kediaman AW terduga teroris.

Kantong Berita, TAPTENG-Tim Densus 88 Antiteror menangkap salah seorang warga Kelurahan Lumut, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (29/1/2022) siang.

Penangkapan Pria yang diketahui berinisial AW (47) tersebut terkait keterlibatannya dengan jaringan terorisme.

Kapolres Tapteng, AKBP Jimmy Christian Samma dalam keterangannya membenarkan penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 Anti teror tersebut.

“Kegiatan di lakukan Densus, bisa di konfirmasi ke Polda,” kata Kapolres, Senin (31/1/2022).

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi, yang dihubungi terpisah juga membenarkan penangkapan pria terduga teroris dari Kabupaten Tapanuli Tengah tersebut.

“Iya benar, ada penangkapan,” sebut Hadi.

Diketahui, saat penangkapan AW, warga sempat sempat kaget dengan kehadiran Tim Densus 88 Anti teror kekediaman pria yang dikenal warga kesehariannya bekerja sebagai petani dann juga pendakwah tersebut.

“Selain penceramah di masjid, beliau juga sebagai petani. Kami sempat heran ada tim dari Polda Sumut datang ke rumahnya,” ujar Kadirun Hasibuan salah seorang warga sekitar.

Menurut Khaidirun, AW dikenal masyarakat sebagai orang yang memiliki jiwa sosial tinggi dan selalu berbaur dengan masyarakat.

“Kalau ada yang meninggal dan pesta bapak ini aktif terus,” pungkasnya.

Terkait gerak-gerik AW yang mencurigakan, Mantan Camat Lumut ini menegaskan tidak pernah ada. Dia juga menjelaskan kalau AW merupakan warga Jawa Tengah yang berdomisili di Tapteng setelah menikah.

“Semua isi cemarah AW bagus dan tidak ada yang mengarah ke yang bukan-bukan. Sebelum menikah dirinya berdomisili di Jawa Tengah. Namun tinggal di Tapteng setelah dia dapat jodoh orang sini,” jelasnya.

SP istri AW yang ditemui di rumahnya menjelaskan kalau selama ini suaminya merupakan seorang penceramah.

Ia mengaku sempat shock saat mengetahui kedatangan petugas. Namun ia tetap tenang demi anak-anaknya.

“Hanphone, KTP, Kartu Keluarga dan beberapa buku yang dibawa polisi. Hingga saat ini belum tau lagi gimana perkembangannya,” ucap SP. (ril)