Hukum  

Waspada Surat Rapid Test Palsu; 2 Pelaku Berhasil Ditangkap Polres Sibolga

Foto : Para pelaku diapit petugas di Polres Sibolga, usai menjalani pemeriksaan.

Kantong Berita, SIBOLGA– Polres Sibolga berhasil mengungkap kasus pemalsuan surat keterangan hasil Rapid Test terkait penumpang yang akan menyeberang dari Kota Sibolga ke Pulau Nias pada Jumat (26/6).

Dua tersangka berhasil diamankan, yaitu seorang pria dengan inisial MAP (30) yang bekerja sebagai perawat di Klinik Yakin Sehat, yang beralamat di jalan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Selain itu, seorang wanita yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan inisial EWT (49), warga jalan Padang Sidempuan, Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dari kedua pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk fotokopi hasil Laboratorium Patologi Klinik sebanyak 52 rangkap, surat hasil Laboratorium Patologi Klinik sebanyak 24 rangkap, serta berbagai perlengkapan medis dan alat tes cepat bekas.

Penangkapan bermula dari penemuan surat keterangan hasil Rapid Test palsu milik seorang penumpang kapal di Pelabuhan ASP Sibolga, yang kemudian melibatkan penyelidikan yang berujung pada penangkapan kedua pelaku dari lokasi yang berbeda.

“Satu pelaku berhasil diamankan pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 10.30 WIB di jalan SM. Raja, Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga. Sedangkan yang lainnya diamankan sekitar pukul 11.30 WIB dari jalan Padang Sidempuan Gang Karya, Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Tapteng,” ungkap Kapolres Sibolga AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, pada Sabtu (27/6).

Selanjutnya, kedua pelaku beserta barang bukti dibawa ke markas Polres Sibolga untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan, EWT mengakui perbuatannya dalam memalsukan dokumen hasil Rapid Test, yang dilakukan di Klinik Yakin Sehat, dengan bantuan MAP untuk mengambil sampel darah.

Berdasarkan hasil penyelidikan, ditemukan bahwa kejadian pemalsuan tersebut dilakukan di wilayah hukum Polres Tapteng. Oleh karena itu, setelah gelar perkara, keputusan diambil untuk melimpahkan kasus ini ke Polres Tapteng.

Tambahan informasi bahwa atasan EWT juga telah melaporkannya atas pemalsuan tandatangan ke Polres Tapteng sesuai dengan laporan polisi LP/142/ VI/ 2020/ SU/Res Tapteng, tanggal 27 Juni 2020.