kantongberita.com, SIBOLGA | Proyek rehabilitasi dan konstruksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dikerjakan oleh PT. Nindya Karya di Kota Sibolga disorot warga.
Setelah hampir 8 bulan dikerjakan, progres pekerjaan dinilai belum menunjukkan hasil yang memuaskan dan diperkirakan masih di bawah 50 persen.
Padahal proyek vital yang diharapkan menjadi solusi krisis air bersih di Kota Sibolga tersebut telah dimulai sejak awal tahun. Ironisnya, proyek yang menggunakan uang negara tersebut berjalan tanpa transparansi.
Karena menurut pengakuan Suarjo Sinaga, pelaksana proyek di lapangan, papan informasi (plank) proyek yang seharusnya memuat nilai anggaran, sumber dana, volume pekerjaan dan jangka waktu pelaksanaan, masih dalam proses penempahan.
“Plank-nya masih ditempah,” ujar pelaksana saat dikonfirmasi wartawan di lokasi proyek, Selasa (13/10/2026).
Kondisi tersebut jelas melanggar prinsip transparansi pengadaan barang dan jasa pemerintah, dimana setiap proyek yang dibiayai APBN/APBD wajib memasang papan informasi sebagai bentuk keterbukaan kepada publik.
Sementara itu, warga Kota Sibolga mengaku sudah jenuh dengan kondisi pelayanan air bersih dari Perumda Tirta Nauli yang sering mati, terutama setiap kali hujan turun.
“Warga Sibolga ini sudah sangat menderita. Tiap hujan sebentar saja, air langsung mati bisa berhari-hari. Katanya ada proyek rehabilitasi SPAM besar-besaran, tapi sampai sekarang tidak ada perubahan. Kerja 10 bulan, hasilnya tidak kelihatan,” keluh salah seorang warga.
Warga meminta Pemerimtah Pusat untuk mengevaluasi kinerja PT. Nindya Karya selaku rekanan. Jangan sampai proyek yang diharapkan menjadi jawaban atas penderitaan warga akan kebutuhan air bersih justru mangkrak dan tidak memberikan manfaat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. Nindya Karya dan Perumda Tirta Nauli Sibolga belum memberikan keterangan resmi terkait lambatnya progres pekerjaan tersebut. (red)




