kantongberita.com, TAPTENG | Banjir menerjang Kecamatan Barus dan sekitarnya, Rabu (16/4/2025). Selain merendam ratusan rumah, banjir juga merusak sejumlah infrastruktur di sekitar Sungai Aek Sirahar.
Rahmansyah Sibarani, Anggota DPRD Sumut langsung bereaksi, meminta Gubernur Sumut Bobby Nasution melalui Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Muhammad Arman Effendi Pohan, agar memerintahkan Dinas PU-PR Sumut segera turun ke lokasi banjir, yang disampaikan pada Rapat LKPJ Gubernur Sumut Tahun Anggaran 2024, pagi tadi.
Sekda pun langsung merespons dengan memerintahkan dinas terkait untuk bergerak cepat.
Menurut Rahmansyah dalam keterangan persnya, tahun ini Pemprov Sumut telah ditampung anggaran untuk pembangunan penguatan tebing Sungai Aek Sirahar, di R-APBD Sumut 2025
Karena kata Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumut tersebut menegaskan, bahwa penanganan lokasi Banjir yakni Sungai Aek Sirahar merupakan tanggung jawab Pemprov Sumut.
Sebagai putra Barus yang duduk di DPRD Sumut, Rahmansyah memastikan akan terus mengawal pembangunan penguatan tebing secara bertahap. Seperti yang pernah ia lakukan terhadap anggaran penguatan tebing sebelumnya, yang selama 3 tahun berturut-turut dikucurkan untuk Desa Pasar Tarandam, Kampung Mudik dan Aek Dakka.
“Tiga tahun sebelumnya, telah dialokasikan anggaran penguatan tebing di tiga titik yakni Desa Pasar Terendam, Desa Kampung Mudik, dan Desa Aek Dakka,” jelasnya.
Tak lupa, Abang kandung manta Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani tersebut menyampaikan ucapan turut berduka kepada warga sekampungnya yang terkena banjir.
Bahkan, Rahmansyah berjanji akan turun bersama dinas terkait, meninjau langsung kondisi daerah yang terkena luapan Aek Sirahar.
Sementara itu, Kepala UPT Dinas PU-PR Sumut Cabang Sibolga, Anto Ompusunggu kepada wartawan mengaku telah berada di lokasi banjir bersama tim, atas perintah langsung Kadis PU-PR Sumut, Topan Obaja Putra Ginting, melalui Sekretarisnya Haldun.
Anto juga membenarkan apa yang disampaikan oleh Rahmansyah bahwa Anggaran pembangunan penguatan tebing Sungai Aek Sirahar telah dialokasikan lewat APBD Sumut 2025, melanjutkan program tiga tahun sebelumnya. (red)





