Meski Masih Darurat, Truk Logging Milik PT. Mujur Timber Nekat Lewat Jalur Rampah-Poriaha

kantongberita.com, TAPTENG | Meski sudah bisa dilalui kendaraan, namun jalan Rampah-Poriaha masih belum sepenuhnya aman untuk dilalui. Apalagi, bagi kendaraan berbobot besar dan bermuatan berat.

Sore tadi, sekira pukul 16.30 WIB sejumlah truk pengangkut kayu atau biasa disebut oleh warga sekitar sebagai truk logging nekat melewati jalur Rampah-Poriaha.

Meski sebelumnya, telah ada himbauan dari pihak perusahaan yang mengerjakan pembukaan jalan longsor sepanjang Rampah-Poriaha pasca bencana yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah dan sekitarnya, kalau saat ini hanya mobil mini bus atau sejenisnya atau yang berbobot kecil saja yang diperbolehkan melintas.

Mengingat, kondisi kerusakan jalan yang cukup parah. Bahkan, di beberapa titik, pihak pekerja terpaksa membuka jalur baru, lantaran badan jalan yang lama telah amblas dan tidak dapat lagi di lalui. Kondisi itu membuat kendaraan yang mau melintas harus rela mengantri, mendahulukan kendaraan yang lewat awal tiba dari arah berlawanan.

Dari sebuah kiriman video yang di peroleh wartawan diketahui kalau truk-truk logging tersebut merupakan milik PT. Mujur Timber, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan yang beralamat di Desa Tapian Nauli I, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Menurut para pengendara lain, sebagai warga negara yang punya hak melintas dari setiap jalan yang dibangun oleh Pemerintah, mereka minta agar selama kondisi jalan Rampah-Poriaha masih darurat, truk logging milik PT. Mujur Timber tidak melintas dari jalur tersebut.

Karena, selain pengendara, warga sekitarpun khawatir kalau truk-truk berbeban berat tersebut dipaksa melintas, akan membuat jalur yang baru dibuka, amblas kembali. Yang akhirnya, akan memutus kembali akses dari Sibolga menuju Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara.

“Bukan gak dibolehkan lewat. Tapi, kalau kali ini jangan dulu. Karena kondisi jalannyapun darurat. Takutnya, putus lagi, gak bisa lewat lagi. Karena jalur yang dibuka, darurat, hanya boleh kendaraan kecil atau yang bermuatan ringan aja. Kalau untuk saat ini, jangan dululah truk lewat dari jalan Rampah-Poriaha,” kata salah seorang pengendara bermarga Marbun, Senin (22/12/2025).

Warga dan pengendara berharap petugas TNI maupun Polisi yang ada di lokasi perbaikan jalan Rampah-Poriaha, tidak memperbolehkan truk-truk tersebut melintas, dan mengarahkannya untuk putar kepala melewati jalur lain.

“Harusnya gak dibiarkan lewat, suruh aja putar kepala. Lewat jalur lain aja. Ini demi kenyamanan bersama,” tukas Marbun.

Dari informasi yang diperoleh, belasan truk milik PT. Mujur Timber tersebut sedang mengangkut triplek, yang akan dibawa ke luar Kota.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari pihak TNI maupun Polres Tapteng terkait larangan melintas bagi truk bermuatan berat dari jalan Rampah-Poriaha.

Diketahui sebelum jalur Rampah-Poriaha dapat dilalui, seluruh kendaraan dari Sibolga terpaksa melintasi jalur Barus-Pakkat dan Barus-Subulussalam. Akibat jarak tempuh yang kian jauh, ongkos pun naik hampir 2 kali lipat.

Kenaikan ongkos tersebutpun mempengaruhi harga-harga barang, terutama sembako di Kota Sibolga dan sekitarnya, yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Namun, setelah jalur Rampah-Poriaha dibuka kembali, ongkos dan harga barangpun berangsur turun. Oleh karena itu, warga sekitar dan pengguna jalan lainnya tidak ingin kondisi tersebut terulang kembali. Sehingga, jalan Rampah-Poriaha harus ditutup sementara dari kendaraan berbobot besar. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *