kantongberita.com, SIBOLGA | Warga Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan beramai-ramai mendatangi Kantor Imigrasi Sibolga, Jumat (7/8/2026).
Mereka menyampaikan protes, atas pembongkaran gedung Imigrasi tersebut yang menggunakan alat berat berupa Ekskavator. Karena menurut warga, proses pembongkaran dengan menggunakan alat berat mengakibatkan getaran pada rumah mereka.
Warga khawatir, akibat getaran yang terus menerus, rumah mereka ambruk, sehingga mengancam keselamatan penghuni rumah.
Dari rekaman video yang diterima redaksi kantongberita.com, tampak warga bertemu dengan seorang pria, yang diduga merupakan rekanan proyek pemerintah tersebut.
Dengan nada emosi karena mengkhawatirkan keselamatan mereka, wargapun menuntut jaminan keselamatan kepada pihak rekanan.
“Keselamatan kami warga disamping bang, itu 50 meter bang, harus ada jaminan bang. Kami disebelah. Jangan gara-gara proyek abang sendiri, kami mati disamping,” kata pria dalam rekaman video yang diterima redaksi kantongberita.com.
Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan dokumen pihak rekanan dalam melakukan proses pembongkaran gedung.
Karena menurut pria dalam video, hingga dilakukan proses pembongkaran, pihak rekanan maupun pihak Kantor Imigrasi tidak pernah mensosialisasikan proyek tersebut kepada warga sekitar.
“Abang membongkar ini sudah ada surat ke kami, pemberitahuan. Mana suratnya bang, mana tandatangan kami bang,” pekik warga.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan yang diperoleh dari pihak rekanan maupun pihak Kantor Imigrasi.
Namun, menurut informasi yang diperoleh, melalui Lurah Parombunan telah dilakukan mediasi antara warga dengan pihak rekanan. (red)





