kantongberita.com, SAMOSIR | Festival Tao Toba Jou Jou 2026 yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 6 – 9 Agustus 2026 di Segmen 5 Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, resmi ditutup dengan capaian ekonomi signifikan.
Festival ini sukses terselenggara berkat sinergi dan kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Pemerintah Kabupaten Samosir, serta berbagai pemangku kepentingan, di antaranya lembaga keuangan, FORKOPIMDA, pelaku UMKM, asosiasi, dan komunitas.
Mengusung tema “Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi: Sinergi Penguatan Potensi Ekonomi Daerah untuk Akselerasi Pariwisata Danau Toba”, festival menjadi momentum strategis memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan pariwisata, digitalisasi ekonomi dan keuangan, UMKM, serta ekonomi kreatif.
Berbeda dari tahun sebelumnya, durasi festival diperpanjang menjadi 4 hari untuk memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha.
##Simbol “Manompuk” Jadi Benang Merah Kolaborasi##
Warisan budaya dan wastra menjadi kekuatan utama yang diangkat. Semangat kolaborasi direpresentasikan melalui simbolisasi “Manompuk”, yaitu prosesi tradisi menenun secara bersama-sama pada pembukaan 6 Agustus 2026 oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera dan Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, bersama para pemangku kepentingan.
Simbolisasi disempurnakan dengan pemotongan benang terakhir pada puncak acara 8 Agustus 2026. Ini merepresentasikan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah.
##Catat Transaksi UMKM Rp6,05 Miliar##
Dari sisi dampak ekonomi, Festival Tao Toba Jou Jou 2026 mencatatkan transaksi penjualan UMKM sebesar Rp6,05 miliar.
Capaian itu berasal dari penjualan produk kopi, kuliner, makanan dan minuman olahan, hingga fesyen dan kriya. Termasuk hasil private preview Festival Ulos Boru Ni Raja dan business matching dengan exclusive buyer Festival Kopi Tana Para Raja.
Selain itu, business matching antara perbankan dan pelaku UMKM mencatatkan komitmen pembiayaan sebesar Rp1,17 miliar.
Capaian ini menegaskan peran Festival Tao Toba Jou Jou sebagai platform strategis memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
KPwBI Sibolga akan terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan UMKM, ekonomi dan keuangan digital, serta pariwisata Danau Toba yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi yang erat, penyelenggaraan Festival Tao Toba Jou dan Samosir Run diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah melalui peningkatan aktivitas usaha, perluasan peluang ekonomi, dan penguatan kesejahteraan masyarakat. (red)




