kantongberita.com, TAPTENG | Rencana kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Tapanuli Tengah, disambut bahagia oleh warga korban bencana.
Warga yang hingga kini masih bertahan di hunian sementara (huntara) berharap kedatangan orang nomor dua di Indonesia itu tidak sekedar agenda seremonial, tetapi menjadi secercah harapan penyelesaian berbagai persoalan yang timbul pasca bencana.
Salah satunya, bantuan yang tidak kunjung diperoleh oleh sebagian korban bencana. Dimana, sebagian warga mengaku sudah terdata sebagai korban, namun hingga kini belum menerima bantuan seperti rumah rusak, dana jadup, dana stimulan, maupun bantuan hunian sementara.
Karena, huntara yang menjadi tempat tinggal mereka sekarang justru dibangun secara swadaya menggunakan dana pribadi.
“Kami tidak minta mewah. Yang kami butuhkan beras, air bersih, sembako. Kalau ada bantuan, berikan yang layak dan sesuai kebutuhan,” ujar Efriwati Panggabean, warga korban bencana.
Selain persoalan bantuan, bagi warga, persoalan paling mendesak lainnya adalah perbaikan tanggul sungai. Menurut mereka, tanpa itu, rumah yang diperbaiki pun tetap akan terkena banjir.
“Kalau rumah dibantu dibangun, tetapi sungainya tidak diperbaiki dan tanggul tidak dibuat, tidak ada harapan, percuma,” ujar Abadi, warga lainnya.
Kekhawatiran itu di rasakan oleh warga Hutanabolon setiap kali hujan turun. Terlebih bagi warga yang tinggal di sekitar sungai, yang harus siaga mengungsi.
“Kalau sudah gelap dan hujan, kami sudah berpikir mau lari ke mana. Kalau tanggul pecah, kami harus cepat mengungsi,” ungkap warga lainnya.
Pasca bencana menurut warga, pemenuhan kebutuhan dasar mereka seperti Air bersih dan beras lebih banyak mereka terima dari donatur pribadi atau relawan, bukan dari pemerintah.
Bagi warga Hutanabolon, kunjungan Wapres ini merupakan momen mereka meminta Gibran melihat langsung kondisi huntara, rumah terdampak, tanggul sungai dan saluran air, bukan hanya menerima laporan dari pemerintah daerah.
“Berharap setelah rombongan Wapres meninggalkan Hutanabolon, bukan hanya dokumentasi yang tersisa, tetapi juga ada kepastian kapan bantuan diterima, kapan tanggul diperbaiki, dan kapan mereka dapat kembali hidup dengan aman,” ujar warga.
Warga menegaskan bahwa mereka tidak butuh janji baru, mereka hanya membutuhkan bukti bahwa negara hadir ditengah penderitaan mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemkab Tapanuli Tengah dan BPBD terkait jadwal pasti dan agenda Wapres di lokasi bencana. (red)




