kantongberita.com, TAPTENG | Hingga kini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Tengah Johannes Simanjuntak masih belum bersedia memberikan penjelasan terkait proyek revitalisasi gedung SD Negeri 156485 Gabungan Hasang 2 Kecamatan Barus yang menjadi sorotan publik karena memakai kosen dan daun pintu serta jendela bekas.
Bahkan, barang bekas yang keropos juga tetap dipakai oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) selaku pelaksana pembangunan.
Ketika wartawan mencoba mengonfirmasi Johannes lewat pesan WhatsApp, Kadisdikbud tersebut hanya menjawab, pihaknya akan memeriksa proyek tersebut, tanpa memberikan penjelasan yang rinci terkait penggunaan uang negara tersebut.
“Nanti kami cek ya lae,” tulis Johannes lewat pesan WhatsApp nya, Sabtu (26/9/2026).
Sebelumnya diberitakan, proyek Revitalisasi Gedung SD Negeri Gabungan Hasang 2 Kecamatan Barus yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 senilai Rp 779.959.134 dengan waktu pelaksanaan 140 hari, disorot warga.
Dalam video yang beredar, disebutkan penggunaan kosen lama yang kondisinya sudah keropos masih dipakai pada bangunan yang tengah direhab tersebut.
“Di SD Negeri Bukit Gabungan Hasang di sini saya agak janggal atau saya yang bodoh atau bagaimana. Ini ada kusen lama ya, ini kosen lama yang dipakai ya tapi saya lihat kosen lama ini sudah enggak layak pakailah istilahnya,” ujar pria yang merekam video tersebut.
Ia juga mempertanyakan kelayakan kosen lama tersebut untuk digunakan kembali dalam proyek revitalisasi yang menelan anggaran hampir Rp780 juta tersebut.
“Ada apa dengan revitalisasi ini? Saya hanya mengkomentari apakah memang kosen lama memang layak dipakai atau memang sudah itu di RABnya begitu. Jadi pihak-pihak yang terkait dalam posisi ini saya hanya bertanya dengan nada halus lembut apakah memang iya sebenarnya iya apa bagaimana,” ungkapnya. (red)





