kantongberita, TAPTENG | Setelah proyek revitalisasi SDN Gabungan Hasang 2 Barus disorot karena memakai material bekas yang sudah keropos, kali ini proyek revitalisasi SMP Negeri 2 Satu Atap Sipan, Dusun I Desa Sipan, Kecamatan Sarudik, juga menjadi perbincangan hangat masyarakat.
Pasalnya, dari hasil peninjauan di lapangan, pekerjaan proyek revitalisasi sebesar Rp826.000.000, tersebut dikerjakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditetapkan.
Dari hasil pantauan wartawan di lokasi, sejumlah kejanggalan ditemukan. Kusen dan daun pintu serta jendela masih menggunakan yang lama.
Tak hanya itu, penggantian keramik lantai juga tidak dilakukan secara menyeluruh sehingga lantai kelihatan berbelang, tidak seragam dan terkesan kumuh.
Kondisi ini sangat disayangkan mengingat tujuan dari program revitalisasi adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, bersih dan layak bagi siswa.
Dengan anggaran sebesar Rp826 juta, masyarakat mempertanyakan transparansi dan kualitas pengerjaan proyek tersebut.
Publik berharap Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah dan Inspektorat serta Aparat Penegak Hukum yang mengklaim melakukan pengamanan terhadap program revitalisasi ini untuk turun langsung melakukan pemeriksaan fisik di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua P2SP UPTD SMP Negeri 2 Satu Atap Sipan belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan ketidaksesuaian pekerjaan dengan RAB tersebut.
Begitu juga dengan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Tengah Johannes Simanjuntak tidak berhasil ditemui di kantornya.
Adapun bagian sekolah yang dikerjakan sesuai hasil pantauan wartawan diantaranya, penggantian atap dan plafon 5 ruang kelas, kantor serta kamar mandi.
Kemudian, pengecatan dinding, kosen serta daun pintu dan jendela. Dari 5 ruangan tersebut juga ditemukan pergantian beberapa lembar keramik lantai.
Ada juga pemasangan keramik dinding bagian depan setinggi sekitar 1 meter. Serta pembuatan beberapa tempat duduk beton berkeramik di depan setiap ruangan. (red)





