Kepala SMPN 2 Satu Atap Sipan Nasriwal Mengaku Diganti Ditengah Pengerjaan Proyek Revitalisasi

kantongberita.com, TAPTENG | Kepala SMPN 2 Satu Atap Sipan, Nasriwal mengaku tidak lagi menjabat sebagai Kepala Sekolah. Pergantian jabatan tersebut dilakukan di tengah berlangsungnya proyek Revitalisasi sekolah dengan nilai anggaran Rp826.000.000.

Hal itu disampaikan Nasriwal melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi wartawan terkait pelaksanaan proyek revitalisasi di sekolah tersebut.

“Siang pak.. Kebetulan tidak saya lagi kepala sekolah pak. Konfirmasi sama kepsek yang baru atau ketua pembangunan pak. Sampai sekarang masih berjalan pak proyeknya. Kami sudah serah terima sama kepsek yang baru pak dari kementerian,” tulis Nasriwal, Rabu (30/9/2026).

Terkait kejanggalan pengerjaan proyek yang menjadi perbincangan masyarakat, Nasriwal menyebut mobiler yang menjadi bagian dari anggaran pembangunan belum tiba, serta adanya pekerjaan yang belum selesai.

“Mobiler belum datang pak, pemasangan sangkutan jendela pak. Tukangnya ada acara keluarga pak, jadi belum dikerjakan pak,” ungkapnya.

Namun saat wartawan meminta nomor kontak Kepala Sekolah yang baru maupun pihak yang bertanggung jawab terhadap pengerjaan proyek revitalisasi tersebut, Nasriwal tidak bersedia memberikan. Ia justru meminta wartawan untuk datang langsung ke SMPN 2 Satu Atap Sipan.

“Lebih bagusnya konfirmasi sama ketua pembangunan pak di sekolah pak. Datang aja ke sekolah pak. Jadi bisa jumpa sama kepsek dan ketua. Dan saya bertanggung jawab penuh selama saya memegang proyek pak. Ketua itu dia hadir tiap hari pak Senin sampai Sabtu. Bapak ini dulu bilang sama saya pak sambil memohon tolong jangan berikan No (telepon) saya tanpa sepengetahuan saya pak. Itulah dibilang pak,” ujar Nasriwal.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Sekolah baru dan ketua pembangunan proyek revitalisasi SMPN 2 Satu Atap Sipan belum dapat dikonfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, setelah proyek revitalisasi SDN Gabungan Hasang 2 Barus disorot karena memakai material bekas yang sudah keropos, kali ini proyek revitalisasi SMP Negeri 2 Satu Atap Sipan, Dusun I Desa Sipan, Kecamatan Sarudik, juga menjadi perbincangan hangat masyarakat.

Pasalnya, dari hasil peninjauan di lapangan, pekerjaan proyek revitalisasi sebesar Rp826.000.000, tersebut dikerjakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditetapkan.

Dari hasil pantauan wartawan di lokasi, sejumlah kejanggalan ditemukan. Kusen dan daun pintu serta jendela masih menggunakan yang lama.

Tak hanya itu, penggantian keramik lantai juga tidak dilakukan secara menyeluruh sehingga lantai kelihatan berbelang, tidak seragam dan terkesan kumuh.

Kondisi ini sangat disayangkan mengingat tujuan dari program revitalisasi adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, bersih dan layak bagi siswa.

Dengan anggaran sebesar Rp826 juta, masyarakat mempertanyakan transparansi dan kualitas pengerjaan proyek tersebut.

Publik berharap Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah dan Inspektorat serta Aparat Penegak Hukum yang mengklaim melakukan pengamanan terhadap program revitalisasi ini untuk turun langsung melakukan pemeriksaan fisik di lapangan. (red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *