kantongberita.com, SIBOLGA | Keluhan pelanggan terkait matinya aliran air setiap kali hujan deras mengguyur wilayah hulu akhirnya dijawab oleh Perumda Air Minum Tirta Nauli Sibolga.
Ada dua penyebab utama terganggunya layanan air bersih, penyebab pertama adalah kondisi air baku yang tidak layak olah saat hujan.
“Saat hujan deras di hulu, air sungai dapat berubah menjadi coklat pekat, disertai lumpur dan gelondongan kayu,” terang Direktur Perumda Tirta Nauli Sibolga Khairunnas Panggabean, Sabtu (10/10/2026).
Kondisi ini membuat proses pengolahan air harus dihentikan sementara. Jika dipaksakan, filter dan peralatan pengolahan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Intake dapat rusak.
“Pompa kemudian dimatikan sampai kondisi air baku kembali lebih jernih dan layak diolah serta didistribusikan,” ungkapnya.
Penyebab kedua adalah kerusakan infrastruktur yang belum pulih pascabencana. Pipa instalasi yang mengalirkan air dari intake ke unit pengolahan terdampak longsor pada bencana 25 November 2025 dan hingga saat ini masih dalam proses perbaikan.
Akibatnya, pasokan air dari sumber ke instalasi pengolahan tidak maksimal, sehingga distribusi ke rumah pelanggan ikut terganggu, terutama saat debit sungai naik dan material longsor kembali menutup jalur pipa.
Dalam keterangannya, Direktur Perumda Tirta Nauli menyampaikan harapan agar dalam waktu dekat seluruh pipa instalasi yang rusak akibat longsor dapat segera diselesaikan dan pelayanan kembali normal.
Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih atas pengertian serta kesabaran pelanggan selama masa perbaikan.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Terima kasih atas pengertian dan kesabaran pelanggan,” ucap Khairunnas. (red)




