Rekanan Proyek Pengaspalan Jalan Sudirman Sibolga Akui Beli Hotmix dari PT. ANRA, Kualitas dan RAB Jadi Sorotan

kantongberita.com, SIBOLGA | Pengerjaan proyek pengaspalan di Jalan Sudirman, Kota Sibolga, menuai sorotan. Pasalnya, rekanan pelaksana proyek tersebut mengaku membeli material hotmix dari PT. ANRA.

Hal itu disampaikan oleh Pilatus, pelaksana pekerjaan dari CV. Mahmud Gemilang, yang menjadi rekanan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam Pemeliharaan Berkala Jalan Provinsi pada ruas Jalan Sudirman di Kota Sibolga dengan Nomor Kontrak 620/492/UPTDBMCK-SBG/KPA/VI/2026.

“Dari PT. Anra hotmix kita,” ujar Pilatus yang dikonfirmasi lewat telepon selularnya, sembari mengatakan kalau proyek tersebut belum selesai, masih ada tahap pengaspalan berikutnya, Jumat (9/10/2026).

Meski demikian, pengakuan tersebut mengindikasikan bahwa dalam memenangkan tender proyek senilai Rp6.043.911.841 tersebut, pihak rekanan hanya mengandalkan dukungan dari perusahaan lain yang memiliki peralatan dan bahan yang sesuai dengan spesifikasi pekerjaan pengaspalan.

Dari sisi regulasi pengadaan barang dan jasa, mekanisme dukungan seperti itu memang diperbolehkan. Seorang rekanan dapat mengikuti tender dengan melampirkan surat dukungan penyediaan alat, bahan, atau Asphalt Mixing Plant (AMP) dari perusahaan lain yang memiliki.

Namun, praktik tersebut dinilai membuka celah persoalan baru di lapangan.

Sejumlah pihak menilai, pola mengandalkan dukungan penuh dari perusahaan lain berpotensi menjadi lubang kebocoran anggaran. Dimana, harga material hotmix yang dibeli dari pihak ketiga tentu sudah memiliki selisih keuntungan, sehingga dikhawatirkan akan berpengaruh pada volume, ketebalan, maupun komposisi campuran aspal yang digelar.

Selain itu, mutu aspal yang digunakan juga menjadi pertanyaan. Ketika rekanan tidak memiliki kendali langsung atas produksi hotmix di AMP miliknya sendiri, pengawasan terhadap kualitas campuran, suhu, dan waktu pengiriman dari plant ke lokasi proyek menjadi tidak maksimal. Kondisi ini yang diduga berujung pada buruknya kualitas hasil pengaspalan.

“Kalau rekanan tidak punya AMP sendiri dan hanya beli jadi, kontrol mutunya lemah. Hotmix itu sensitif waktu dan suhu. Kalau telat sampai di lokasi, kualitasnya pasti turun. Ini yang sering terjadi di lapangan, aspal cepat rusak, bergelombang, dan berlubang,” ujar Bangun Tanjung, salah seorang pengamat konstruksi di Sibolga, Minggu (12/10/2026).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sibolga selaku pemilik kegiatan maupun dari PT. ANRA terkait spesifikasi material yang disuplai.

Masyarakat berharap, Dinas PUPR dan konsultan pengawas dapat lebih ketat melakukan uji laboratorium dan pengawasan di lapangan agar proyek pengaspalan Jalan Sudirman yang merupakan jalan alternatif di Kota Sibolga tersebut tidak cepat rusak dan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Sebelumnya diberitakan, warga menyoroti kualitas pengaspalan Jalan Sudirman, Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatera Utara.

Padahal proyek pemeliharaan jalan tersebut menelan anggaran fantastis, yakni Rp6.150.000.000 (Rp6,1 Miliar) dari APBD Sumatera Utara TA.2026.

Menurut warga pengguna jalan, hasil aspal baru yang dikerjakan oleh CV Mahmud Gemilang tersebut terlihat berpori-pori, tidak padat dan kasar. Lebih parah lagi, terdapat cekungan di tengah badan jalan yang diduga akibat pengerjaan yang tidak sesuai standar.

Warga menilai, genangan air yang tertahan di atas aspal akan membuat kualitas aspal cepat rusak dan berlubang.

Bangun juga mempertanyakan apakah pekerjaan senilai miliaran rupiah itu sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis.

Ironisnya, saat dikonfirmasi terkait keluhan warga tersebut, Kepala UPT Bina Marga Dinas PUPR Sumut, Hariady, bungkam. Panggilan telepon dan pesan WhatsApp yang dikirimkan wartawan tidak memberikan tanggapan sama sekali hingga berita ini diterbitkan.

Warga berharap Gubernur Sumatera Utara dan Inspektorat segera melakukan audit dan evaluasi terhadap proyek pemeliharaan Jalan Sudirman tersebut sebelum serah terima pekerjaan.

Jangan sampai, jalan baru dengan anggaran besar, justru menjadi jalan rusak baru dalam hitungan bulan. (red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *