DPC GRIB Jaya Kota Sibolga Ajak Masyarakat Lawan “Wartawan Abal-Abal” yang Buat Resah

kantongberita.com, SIBOLGA | Kecaman sekelompok orang terhadap sikap tegas Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Sekretariat Daerah Kota Sibolga Denni Aprilsyah Lubis yang mengusir seorang oknum yang mengaku wartawan dari ruang Kantor Camat Sibolga Utara saat berlangsung rapat bersama beberapa warga, yang dihadiri Anggota Fraksi NasDem DPRD Sibolga Nikson Simanjuntak, berbuntut munculnya kecaman balik dari berbagai kalangan masyarakat.

Kali ini DPC GRIB Jaya Kota Sibolga ikut angkat bicara dan mendukung aksi Denni Lubis tersebut. Bahkan, GRIB mengajak seluruh masyarakat untuk menolak dan melawan oknum yang mengaku wartawan namun tidak memiliki legalitas resmi. Apalagi, oknum yang hanya mengandalkan Media Sosial seperti FB yang bukan produk jurnalis, sebagai senjata menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya.

Organisasi kemasyarakatan tersebut menilai keberadaan “wartawan abal-abal” telah membuat keresahan dan kegaduhan di tengah masyarakat Kota Sibolga.

Ketua DPC GRIB Jaya Kota Sibolga Ricky Lumban Tobing menegaskan, seluruh pengurus hingga kader sepakat untuk tidak memberikan ruang gerak kepada oknum wartawan tersebut di Kota Sibolga.

“Kami sepakat untuk ‘melawan’ wartawan yang nggak jelas dengan cara tidak memberikan ‘ruang gerak’. Sebab, mereka sering meresahkan masyarakat dengan cara membuat atau memframing berita provokatif, khususnya kepada para pejabat,” ujar Ricky.

Ia menjelaskan, wartawan yang tergabung dalam organisasi pers resmi biasanya memiliki identitas jelas. Masyarakat juga diperbolehkan menanyakan Kartu Uji Kompetensi Wartawan (UKW) kepada yang mengaku jurnalis.

“Kalau ingin lebih jelas lagi, silakan buka laman resmi Dewan Pers. Pasti akan tampak wartawan asli atau palsu,” pintanya.

Senada, Ketua Satgas DPC GRIB Jaya Sibolga, Handoko, meminta masyarakat dan narasumber tidak memberikan “pintu terbuka” bagi oknum wartawan abal-abal.

“Jangan sampai masyarakat atau narasumber memberikan ‘pintu terbuka’ bagi para wartawan abal-abal. Yang selalu membuat berita miring dan kegaduhan di tengah masyarakat serta menjelek-jelekkan pemerintahan demi kepentingan pribadi atau orang yang menyuruhnya,” tegas Handoko.

DPC GRIB Jaya berharap langkah ini dapat menjaga nama baik profesi jurnalis sekaligus melindungi masyarakat dari jeratan oknum yang menyalahgunakan profesi wartawan. (red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *