Langkah Cepat Pemko Sibolga Tangani Peristiwa Keracunan Mie Tek-tek | Periksa Bahan Makanan Hingga Gratiskan Biaya Perobatan

kantongberita.com, SIBOLGA | Terjadi lagi, keracunan usai memakan mie tek-tek di Kota Sibolga. Sebanyak 41 orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami mual dan muntah-muntah.

Menurut informasi yang diperoleh, 41 orang tersebut mengalami mual dan muntah setelah makan kie tek-tek di Jalan SM. Raja Sibolga, tepatnya di simpang jalan Elang, Kamis (5/3/2026).

Dari data yang dihimpun, 22 orang diantaranya masih berusia balita, dan sisanya merupakan orang dewasa. Yang tertua di kabarkan berusia 55 tahun.

Menerima laporan keracunan tersebut, Pemko Sibolga segera bertindak dengan mendatangi lokasi penjualan, sekaligus yang dijadikan rumah produksi.

Petugas dari Dinas Kesehatan langsung melakukan pemeriksaan terhadap kehigienisan pengolahan mie. Serta memeriksa kandungan pada bahan pembuatan mie tersebut.

Hasilnya, rumah produksi mie tersebut dinyatakan tidak layak, karena lokasinya yang terbuka.

Meski tidak mengandung campuran bahan kimia berbahaya seperti boraks, namun petugas mengidentifikasi akibat sanitasi yang kurang baik sehingga terjadi kontaminasi silang pada bahan makanan.

“Dugaan sementara kami mengarah pada masalah higienitas dalam proses pengolahan dan pembuatan mi. Secara fisik mi tidak tercium basi, namun kemungkinan sanitasi yang kurang terjaga dapat memicu terjadinya kontaminasi silang,” terang Plt Kadis Kesehatan Sibolga, Sri Wahyuni pada konferensi pers yang digelar di ruang kerja Sekda Kota Sibolga, Jumat (6/3/2026).

Untuk menghindari bertambahnya korban semabri menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel muntah para korban, Pemko Sibolga secara tegas mengeluarkan surat perintah penutupan sementara warung mi tek-tek tersebut.

“Kemudian, petugas juga telah menarik sisa mie produksi yang belum diolah, agar tidak beredar di masyarakat,” ujar Sri.

Sebagai bentuk prihatin terhadap para korban, Pemko Sibolga memastikan akan menggratiskan biaya perobatan selama di rumah sakit.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit agar tidak memungut biaya kepada para korban. Apabila masih ada masyarakat yang merasakan gejala seperti lemas setelah mengonsumsi mie tersebut, kami mengimbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Sekda Kota Sibolga Herman Suwito mengimbau para pelaku usaha kuliner di Kota Sibolga, agar selalu mengutamakan aspek kebersihan dan sanitasi dalam pengolahan makanan.

Jangan hanya mengejar keuntungan semata, tetapi mengabaikan standar kesehatan dan sanitasi.

“Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Kami juga meminta Dinas Kesehatan untuk terus melakukan monitoring secara rutin agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di Kota Sibolga,” tegas Sekda.

Sebelumnya, kejadia yang sama juga pernah terjadi pada tahun 2020 lalu, sejumlah orang keracunan usai makan mie tek-tek di Pasar Inpres Sibolga. Ini merupakan kali kedua, mie tek-tek menjadi penyebab terjadinya keracunan di Kota Sibolga. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *