kantongberita.com, SIBOLGA | Beberapa bulan terakhir, terpantau banyak sekali mobil tangki bercorak putih biru asal Medan yang masuk Kota Sibolga.
Hari ini Sabtu (20/6/2026), ada 6 unit mobil tangki bertuliskan PT. Petra Oleo Nusa (PON), yang parkir di areal Pelabuhan Pelindo Sibolga.
Dari keterangan salah seorang supir mobil tangki bermarga Harahap diketahui kalau BBM jenis Solar tersebut hendak menyeberang ke Gunungsitoli, untuk memenuhi kebutuhan BBM PLN Gunungsitoli.
Dia juga menegaskan kalau Solar yang mereka bawa, resmi diperoleh dari Pertamina Belawan.
“Minyak kita resmi, dari Belawan. Jadi ini mau ke PLN Gunungsitoli,” kata Harahap saat ditemui di Pelabuhan Pelindo Sibolga.
Menurutnya, ada 2 pengangkutan yang menjadi mitra PLN Gunungsitoli dalam pemenuhan kebutuhan bahan bakarnya. Selain PT. PON, masih ada 1 perusahaan lain yakni PT. Citra Bintang Familindo (CBF).
“Nanti masih ada yang mau masuk lagi dari CBF. Samanya kami, mau ke PLN Gunungsitoli,” ungkapnya.
Dari pengakuan supir tangki ini, muncul pertanyaan, kenapa kebutuhan Solar PLN Gunungsitoli harus disuplai dari Medan. Padahal, Gunungsitoli sendiri dan Kota Sibolga, yang merupakan daerah terdekatnya juga memiliki Depot atau Fuel Terminal (FT) milik Pertamina Patra Niaga.
Fenomena pengiriman BBM asal Medan ke Gunungsitoli ini dinilai berpotensi menguntungkan para mafia migas.
Berkaca pada kejadian tahun 2023 lalu, dimana TNI Angkatan Laut Sibolga berhasil menangkap 5 mobil tangki berlogo Pertamina yang hendak menyeberang dari Pelabuhan Pelindo Sibolga menuju Gunungsitoli.
Saat diamankan, supir mampu memperlihatkan dokumen pengangkutan BBM jenisnsolar tersebut. Namun, saat ditelusuri lebih dalam oleh Polres Sibolga, yang menerima pelimpahan penanganan dari TNI AL, diketahui bahwa dokumen yang dimiliki tidak resmi alias palsu.
Selain menahan ke 5 mobil tangki, Polisi juga menahan 4 orang, yang merupakan supir.
Sementara, menurut supir tangki lainnya yang mengaku bermarga Situmorang mengatakan, aalasan kebutuhan BBM PLN Gunungsitoli harus didatangkan dari Medan, selain karena kepentingan bisnis antara PT. CBF dan PON dengan Pertamina, juga karena Depot Gunungsitoli dan Sibolga tidak mampu memenuhi kebutuhan Solar B Nol PLN Gunungsitoli.
“Lae tahu kan, ini bisnis. Kemudian, Sibolga gak punya Solar B Nol, yang ada di Medan. Jangankan Sibolga, di Gunungsitolipun adanya Depot Pertamina,” ujar Situmorang.
Namun bila dikaji dari segi bisnis, pengiriman BBM dari Medan ke Gunungsitoli yang memakan waktu hingga 2 hari, tentunya akan membutuhkan biaya tambahan. Seperti biaya makan dan minum supir dan kernet mobil. Kemudian, biaya BBM hingga biaya penyeberangan mobil tangki dari pelabuhan Sibolga menuju pelabuhan Gunungsitoli.
Padahal menurut informasi yang diperoleh, harga BBM sama di seluruh Indonesia.
Kejanggalan lainpun muncul saat wartawan mencoba menanyakan dokumen resmi pengangkutan BBM tersebut, Situmorang menolak memperlihatkannya.
“Lae ada privasi, kami juga punya privasi. Sekarang, cara lae lah bagaimana mencari tahu. Kalau dokumen, gak mungkin kami kasih ke lae,” tukasnya.
Terpisah, Operation Head (OH) Fuel Terminal Sibolga Zainal Arifien yang dikonfirmasi via telepon selularnya mengaku tidak tahu adanya pengiriman Solar jenis B Nol asal Medan ke PLN Gunungsitoli.
“Saya tahunya hanya Bio solar industri yg ada di sibolga itu di layani dari medan, gitu aja sih saya tau ketika masuk awal di info oleh SBM inmar mas ricky. Kalau tata cara pembelian saya kurang dan perjanjiannya seperti apa kurang tau,” tulis Zainal lewat pesan singkat WhatsApp.
Terkait pernyataan supir mobil tangki yang menyebut Fuel Terminal Sibolga tidak mampu memenuhi kebutuhan PLN Gunungsitoli, karena selain stok yang tidak mencukupi, juga disebabkan tidak adanya Solar jenis B Nol yang tersedia, Zainal membantahnya.
Dia mengakui kalau Solar B Nol tidak ada Fuel Terminal Sibolga. Namun, bila ada permintaan, bukan tidak mungkin Fuel Terminal Sibolga akan menyediakannya. Namun, semua itu kembali kepada keputusan Managemen Pertamina.
“Klu kmi stock ada dan akan disesuaikan dengan permintaan, klu masalah di kirim dari mana itu kebijakan dari kantor medan saya hanya menjalankan saja. Klu kita dikasih penugasan utk kirim yg pasti di laksanakan. Klu produk B0 memang kita gak punya. Selama depot ada perintah dari region medan ya pasti bisa,” ungkapnya.
Sekilas, Zainal menjelaskan kalau Solar B Nol itu biasanya hanya digunakan oleh mesin-mesin untuk kepentingan Nasional yang kemungkinan dimiliki.oleh PLN Gunungsitoli.
“Biasanya BO utk mesin2 penting yg sarfasnya utk kepentingan nasional. Bisa jadi PLN punya mesin yg bagus yg harus mengunakan B0, kapal perang, kapal selam dan mesin2 strategis utk stabilitas nasional,” tulis Zainal. (red)





