Temukan MBG Berjamur dan Basi, FORMAS akan Surati Kepala BGN

kantongberita.com, TAPTENG | Forum Masyarakat Adil Untuk Semua (FORMAS) menemukan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa di beberapa sekolah di Sibolga-Tapteng berjamur dan basi.

Diketahui belakang ini, menu MBG di wilayah Sibolga-Tapteng sering menjadi sorotan. Banyak siswa dan para orangtua mengeluhkan menu makanan yang disajikan. Dari mulai tidak memiliki gizi yang memadai, hingga dinilai tidak sesuai dengan standart harga per porsi, yang ditetapkan berdasarkan arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Atas temuan dan keluhan para siswa dan orangtua tersebut, Ketua FORMAS, Edi Yanto Simatupang dengan tegas mengatakan, akan segera menyurati Kepala BGN Indonesia, dengan melampirkan bukti-bukti dokumentasi makanan berjamur dan basi yang ditemukan.

Karena menurutnya, dirinya tidak ingin program baik Presiden Prabowo Subianto tersebut rusak hanya karena ulah nakal para oknum pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut.

“Kita tidak ingin melihat program dari Pak Presiden Prabowo Subianto dijadikan topeng maling berkedok gizi yang dilakukan oleh mitra-mitra Yayasan nakal di Sibolga-Tapanuli Tengah,” ujar Edi Yanto, Jumat (6/3/2026).

Pria yang dikenal kritis ini mengaku telah mengetahui nama Yayasan yang dicurigai tidak menjalankan tupoksinya sesuai juknis dan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Dalam suratnya, Edi Yanto akan meminta BGN untuk turun langsung ke dapur-dapur yang berada di wilayah Sibolga-Tapteng.

Karena, dia merasa ada yang janggal pada pengelolaan dapur SPPG yang ada di Sibolga-Tapteng.

“Pertanyaanya kenapa dapur yang tidak sesuai arahan Juknis dan SOP BGN bisa di loloskan wilayah Sibolga-Tapteng ini. Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami. Kita lihat sendiri faktanya di lapangan apa yang diberikan dan bagaimana keadaan dapur-dapur SPPG yang tidak memenuhi Standarisasi BGN. Apakah kita menunggu keracunan dulu baru bergerak. Kita tidak ingin di Sibolga-Tapteng menjadi daftar tambahan korban keracunan di Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Edi Yanto, dengan ditemukannya sejumlah bukti terkait kualitas MBG yang dibagikan ke siswa di wilayah Sibolga-Tapteng, tidak hanya yayasan pengelola dapur yang bertanggung jawab, tapi juga Kepala Perwakilan BGN Sumut, Kepala Perwakilan BGN Kabupaten/Kota, Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan.

“Kita mendukung program Pak Presiden Prabowo Subianto, program yang mulia. Tetapi, tidak mendukung upaya-upaya nakal yang dilakukan oleh Mitra Yayasan. Mengingat korban yang terus berjatuhan. Menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat kenapa dapur SPPG yang sudah jelas tidak memenuhi Standarisasi dan melanggar itu Juknis BGN dan SOP BGN masih saja tetap beroperasi,” tukasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *